alexametrics
Kamis, 28 May 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Gara-Gara Kerja dari Rumah, Perselingkuhan Mertua-Mantu Terbongkar

02 April 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Heran puuooooolll sama mantu yang doyan sama mertuanya. Lebih heran lagi dengan mertuanya yang nggragas. Ngembat punya anak sendiri.  

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Suatu minggu, saat Karin, 39, tengah rajin membereskan rumah, dia menemukan barang ajaib yang nangkring di ranjang ibunya. Sebut saja Mira, 58. Barang itu tak lain adalah botol lubricant atau pelumas yang fungsinya, tau lah buat apa. 

Saat itu perasaan Karin campur aduk. Antara penasaran dan kesal. Pasalnya, ia jadi bertanya-tanya. Jangan-jangan, Mira ada main lagi dengan laki-laki. Mentang-mentang sudah janda. 

Meski begitu, rasa penasarannya tidak dia ungkapkan. Takut Mira tersinggung. Namun, di pikirannya sudah sewot. Pasti ibunya ini ada main dengan salah satu tetangga rumah. 

"Yoopo maneh yo, ibukku iku wong omahan. Gak tahu srawung opo maneh metu jalan-jalan. Ya aku mikire selingkuh ambek sing cedek-cedek," curhat Karin di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Selasa (31/3). 

Dugaan Karin tidak sepenuhnya salah. Benar, Mira selingkuh dengan orang dekat. Sayangnya bukan tetangga. Melainkan suami Karin sendiri. Yak Anda tidak salah baca. Ibu Karin, Mira, selingkuh dengan Donwori, 44, suaminya Karin alias menantunya sendiri. 

Perselingkuhan itu Karin ketahui manakala dia pulang cepat karena ada aturan work from home (WFH). Dia yang sehari-hari ngantor sampai sore, saat itu pulang siang. Karena pulangnya ke rumah sendiri, tentu dia tidak perlu izin-izin dan ngomong ke orang rumah dulu kan ya.

Saat itulah, dia mblunus masuk ke rumah. Namun saat itu, rumahnya sepi. Tak kelihatan Donwori yang biasanya menyatu dengan lantai di ruang TV. Dia sempat berpikir, masa iya suaminya narik ojek di situasi yang sepi begini. Katanya juga mau WFH sementara. 

Mira pun yang biasanya umek bersih-bersih, juga tak terlihat. Karin yang ‘khawatir’ ibunya kenapa-kenapa (maklum, kan sudah tua) menengok kamar Mira. Lha kok ndilalah, kejutan yang dia dapatkan. Sebuah tontonan tak senonoh terjadi live di depan matanya. Dibintangi ibu, juga suaminya. 

Seketika itu, Karin lemas. Ia terduduk di lantai. Itu pun tak ada yang menyadari saking yang dilihat terlalu asyik dengan pergumulannya.

Perasaan Karin saat itu sudah tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sementara Karin diam, dua pasangan haram itu malah terjengkal dari kasur mengetahui Karin menatap mereka dengan nanar. 

Tak ada yang menarik dari adegan selanjutnya. Sudah terlalu mainstream. Sudah tertangkap basah, Donwori mengatakan kalau Karin hanya salah paham. Sementara Mira hanya terpaku dalam diam.

Saat itu, pikiran Karin terlalu polos. Dia tidak menyalahkan Mira, tapi Donwori. Pikirnya, Donwori adalah laki-laki bejat lain, yang doyan emak-emak itu lho. Seperti di pemberitaan-pemberitaan. 

Tak bisa mengontrol emosi, Karin langsung menggelandang Mira. Mengajak ibunya untuk meninggalkan rumah itu. Agar jauh-jauh dari Donwori, pikirnya. Luar biasanya, Mira menolak.  Dari sini, Karin mulai ngeh dengan apa yang terjadi. 

"Ha…ha…ha, sakjane aku sing terlalu khusnudzon nak ibuk. Tak pikir ibukku korban. Tibake oknum, pelakune dhewe," lanjutnya miris.

Sejak saat itulah, Karin minggat bersama dua anaknya. Meninggalkan Donwori dan Mira sendirian. Biar Tuhan dan RT setempat yang bertindak pada pasangan kumpul kebo itu. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP