alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Cairan Disinfektan yang Dipakai Penyemprotan Dipastikan Aman

31 Maret 2020, 07: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

AMAN: Penyemprotan yang rutin dilakukan Pemkot Surabaya di penjuru kota.

AMAN: Penyemprotan yang rutin dilakukan Pemkot Surabaya di penjuru kota. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kandungan cairan disinfektan baik yang disemprot maupun di dalam bilik sterilisasi milik Pemkot Surabaya dipastikan aman. Ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya (Unair) Retno Sari menjelaskan bahwa virus merupakan makhluk hidup yang tidak berdinding sel, tapi memiliki lapisan protein. 

Kalau protein itu terkena bahan yang mempengaruhi sifat permukaannya, maka dia akan menggumpal dan rusak. “Nah, bahan yang digunakan selama ini untuk bilik sterilisasi itu tentu saja dengan kadar yang aman," jelas Retno Sari.

Karena itu, Retno meminta masyarakat tidak khawatir dengan informasi yang beredar seakan-akan cairan disinfektan di Surabaya tidak aman atau menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

Dia juga memaparkan, bahwa proses disinfeksi berbeda dengan sterilisasi. Kalau sterilisasi, maka harus benar-benar steril dan mikrobanya harus nol. 

Sedangkan disinfeksi hanya menurunkan jumlah bakteri dan virus sehingga tidak membahayakan kesehatan. Bahan yang digunakan baik yang di bilik sterilisasi maupun yang disemprot sama. "Masyarakat supaya mandi dan cuci tangan jika sampai di rumah," katanya.

Profesor Nidom dari Unair juga menyatakan bahwa bahan disinfektan yang digunakan Pemkot Surabaya aman. Sebab, benzalkonium chloride yang terkandung dalam disinfektan itu masuk dalam golongan ammonium quartener. "Aman untuk manusia karena levelnya rendah. Insya Allah aman asal campurannya benar,” kata Prof Nidom.

Meski benzalkonium chloride juga dimanfaatkan untuk penyemprotan kandang binatang, guru besar Unair Surabaya itu memastikan disinfektan itu tidak ada masalah jika digunakan untuk manusia. “Nah, kebetulan banyak dipasarkan di wilayah peternakan, tapi itu tidak ada masalah,” katanya. 

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya, Mujiaman Sukirno menambahkan, bahwa pemakaian disinfektan untuk penyemprotan di luar itu sudah sesuai protokol yang berlaku. Kandungannya adalah chlorine sesuai dosis yang ditentukan yang biasa dipakai untuk fasilitas-fasilitas umum dan peralatan di luar.

"Sekali lagi saya sampaikan untuk chlorine kami yang menyiapkan untuk sanitasi di luar ruangan, itu aman dipakai. Dia akan efektif juga untuk mematikan apa saja mikroorganisme yang ada di peralatan, kemudian di fasum. Bukan hanya virus, tapi apa saja termasuk organik yang menempel mikroorganisme semuanya efektif dibasmi menggunakan chlorine yang kita siapkan," kata Mujiaman.

Menurut dia, chlorine ini sangat volatile. Artinya, dalam waktu detik sudah menguap sepanjang tidak dipakai berlebihan di tempat tersebut. Makanya, ia memastikan, bahwa kandungan tersebut sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan standar WHO. "Jadi semua disinfektan yang digunakan di luar ruangan kita siapkan kandungan aktifnya adalah chlorine, dia sangat efektif untuk membunuh seluruh mikroorganisme," tegasnya.

Bahkan, kata Mujiaman, proses membunuhnya pun bukan secara meracuni metabolismenya, tetapi membakar organisme itu sendiri. Pihaknya menyebut, bahan kimia ini adalah Oxidising Biocide yang sangat efektif membunuh mikroorganisme dari luar. Begitu tersentuh, maka mikroorganisme itu langsung terbakar. "Untuk penyemprotnya harus menggunakan APD (alat pelindung diri) yang sesuai, karena untuk manusia diharapkan tidak terus menerus terpapar segala macam biocide," pungkasnya.(rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP