alexametrics
Kamis, 28 May 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Gresik Zona Merah, Ribuan Santri Ponpes Dipulangkan

30 Maret 2020, 08: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

SEMENTARA BELAJAR DI RUMAH: Ribuan santri di beberapa pondok pesantren di Gresik pulang karena wabah Covid-19.

SEMENTARA BELAJAR DI RUMAH: Ribuan santri di beberapa pondok pesantren di Gresik pulang karena wabah Covid-19. (ABDUL AZIZ QOMAR/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sejak Gresik ditetapkan sebagai wilayah Darurat Covid-19, Rabithah Ma'ahid al Islamiyah NU Gresik (RMINU) mengeluarkan imbauan kepada seluruh pesantren di Gresik untuk mengisolasi santri.

Namun sejak Gresik masuk zona merah, RMI NU menginstruksikan pondok pesantren di Gresik untuk memulangkan seluruh santrinya.

Salah satu pesantren besar di Gresik yakni Ponpes Mambaus Sholihin, Suci, Manyar, Gresik telah melakukan pemulangan tak kurang dari 5.000 santrinya sejak Jumat (27/3).

Pemulangan santri ini berdasarkan maklumat (keputusan) dari pengasuh ponpes yang berisi surat pemulangan bagi santri putra mulai hari Jumat (27/3) sampai Sabtu (28/3). Sedangkan santri dari luar Jawa Timur dipulangkan Senin (30/3) dan pondok putri dipulangkan, Minggu (29/3).

Wakil Rois Am (Ketua) Ponpes Mambaus Sholihin, Ahmad Syahrul Ansori menjelaskan, pemulangan ribuan santri itu wajib dijemput tanpa menggunakan transportasi umum. "Wali santri yang menjemput harus memakai masker sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya.

Dikatakan, teknis pemulangan santri tersebut harus mengikuti protokoler. Di antaranya, wali santri memarkirkan kendaraan di lapangan Desa Suci, wali santri tidak diperbolehkan masuk pesantren hingga dipanggil dari pos resepsionis depan gerbang pondok.

“Nanti, kembalinya santri diumumkan lewat media sosial maupun grup whatsapp," tambahnya. 

Ponpes Ushulul Hikmah Al Ibrohimi Manyarejo Kecamatan Manyar, Gresik juga memulangkan santrinya pada Minggu (29/3). Amir Hamzah, salah satu ustadz di ponpes tersebut membenarkan pemulangan tersebut sesuai instruksi dari RMI-NU dan hasil Musyawarah majelis masyayikh.

"Kami melakukan pemulangan santri hingga 31 Mei mendatang, sambil melihat perkembangan situasi. Namun bagi santri yang rumahnya di daerah  yang berisiko tinggi Covid-19 tetap tinggal di ponpes," tuturnya.

Salah satu anggota RMI-NU Gresik Ahmad Rifqi Badruzzaman yang juga salah satu pengasuh Ponpes Zainal Abidin, Kecamatan Bungah, Gresik menyatakan, RMI-NU telah memastikan, ponpes di Gresik secara bertahap telah melaksanakan pemulangan santri sejak Gresik menjadi zona merah persebaran Covid-19.

Berdasarkan laporan yang masuk ke RMI-NU, ponpes di Gresik seperti Al-Azhar, Mambaus Sholihin dan Al-Ibrohimi, Qomaruddin, Zainal Abidin dan Ihyaul Ulum sudah memulangkan santrinya. “Tentunya dengan tetap menerapkan prosedur pencegahan Covid-19," pungkasnya. (qom/han)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP