alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Benarkah Berjemur di Matahari Bisa Bunuh Virus Corona?

Aktifkan Produksi Vitamin D untuk Imun Tubuh

30 Maret 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi berjemur

Ilustrasi berjemur (NET/SHUTTERSTOCK)

Share this      

SURABAYA - Belakangan banyak masyarakat berjemur di bawah sinar matahari dengan tujuan melawan virus Covid-19. Namun sebenarnya dari sisi medis, benarkah berjemur dapat membunuh virus Covid-19? 

World Health Organization(WHO), organisasi kesehatan dunia menyebut, suhu yang panas dan lembab dari virus Covid-19 tetap bisa menular. Belum ada penelitian yang menyebutkan virus akan mati di suhu yang panas.

Sehingga cara terbaik yang disarankan untuk mencegah penularan virus adalah dengan rajin mencuci tangan dan membersihkan tangan dengan alkohol atau disinfektan. 

Meski tidak terbukti mematikan virus Covid-19, tidak ada salahnya berjemur. Karena berjemur dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang baik inilah yang bisa bekerja melawan virus-Covid-19 dalam tubuh. Bukan sinar mataharinya yang dapat membunuh virus. 

dr. Lili Soetjipto, M.Si menyebut, virus Covid-19 ketika masuk ke dalam tubuh akan menguasai sel RNA. Jika daya tahan tubuh bagus, virus tersebut akan dilawan sehingga tidak sampai menguasai RNA. Imun akan bekerja melawan virus sehingga  mati.  

Sehingga yang terjadi, pasien bisa tidak menunjukkan gejala hingga sembuh dengan sendirinya. Karena Covid-19 ini juga termasuk self limiting disease, artinya bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh pasien baik.

Sebaliknya, akan menunjukkan gejala jika daya tahan tubuh pasien buruk. Tingkat keparahannya tergantung kondisi dan penyakit bawaannya yang ada di tubuh pasien. 

"Inilah salah satu gunanya di rumah saja, social distancing. Sehingga yang punya penyakit tapi tidak menunjukkan gejala (healthy carrier) ini tidak menularkan ke orang lain yang bisa jadi daya tahan tubuhnya rentan terhadap virus," terangnya kepada Radar Surabaya, Minggu (29/3). 

Selain itu, Covid-19 termasuk penyakit jenis baru. Sehingga sistem kekebalan tubuh perlu waktu untuk mengenali dan membuat pertahanan tubuh. Sehingga dengan di rumah saja, dapat membantu imun tubuh melawan virus dengan cepat tanpa gangguan paparan lain dari luar. 

Pertanyaannya, bagaimana berjemur dapat meningkatkan sistem imun tubuh? Dokter di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan ini menjelaskan, berjemur akan mengaktifkan vitamin D dalam tubuh. Vitamin D inilah yang akan meningkatkan efektivitas metabolisme kalsium (calsium channel) di tingkat selular tubuh sehingga meningkatkan daya tahan tubuh. 

Berjemur yang disarankan pada jam 07.00-08.00 WIB. Di atas jam tersebut tidak disarankan karena kadar sinar UV-nya sudah berbeda. Dimana jika memapar kulit bukan makin sehat, tapi malah memicu peyakit lain. Seperti kanker kulit.

Tidak ada batasan lama waktu berjemur yang baik. Semua disesuaikan dengan kondisi tubuh. "Asalkan badan merasa cukup hangat, sudah cukup," ujarnya. 

Di jam ini pun, berjemur tidak perlu menggunakan perlindungan kulit seperti sun screen. Tapi jika di atas jam tersebut, penggunaan sun screen justru wajib untuk menlindungi kulit dari sinar UV. (ism/nur) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP