alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Ini Upaya Preventif Cegah Covid-19 dari Bu Risma

30 Maret 2020, 02: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyemprot disinfektan ke salah satu sudut kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyemprot disinfektan ke salah satu sudut kota Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meskipun pasien Covid-19 di Surabaya menunjukan trend positif untuk kesembuhan dan kesehatan, namun Pemkot Surabaya terus mengimbau kepada warga untuk terus mencegah penularan Covid-19 di Surabaya dengan terus banyak minum vitamin C, rajin berolahraga dan istirahat teratur agar imun tubuh tetap stabil. 

Upaya preventif ini memang harus dilakukan untuk mencegah tertularnya virus tersebut. Karena itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap kepada pemimpin perusahaan agar mengizinkan pegawainya keluar saat pagi untuk berjemur di bawah terik matahari minimal 15 menit.

“Yang biasa kerja di kantor, saya mohon para manager atau direkturnya bisa mengijinkan pegawainya keluar meski hanya 15 menit untuk bisa terkena sinar matahari. Itu penting. Para dokter di rumah sakit pun pada jam 3 atau 4 sore, mereka keluar untuk berjemur di matahari,” katanya.

Namun demikian, kata Risma, dalam kondisi saat ini penting juga untuk saling menjaga jarak antara satu sama lain minimal 1,5-2 meter untuk mencegah penyebaran virus corona. “Memang sebaiknya minimal 1,5 meter sampai 2 meter kita bisa berjauhan,” tuturnya.

Risma juga mengimbau bagi yang sedang sakit agar menggunakan masker. Sementara yang sehat, kalau masih ragu silahkan menggunakan masker. “Tapi bahwa kita menjaga jarak minimal 1,5 meter, maka kita sudah jauh lebih aman,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa upaya preventif lain untuk mencegah tertularnya virus tersebut adalah dengan rajin mencuci tangan. Sebab, tangan sering kali digunakan untuk mengusap bibir, hidung ataupun mata. Inilah yang menyebabkan tubuh cepat tertular virus. 

“Karena itu saya menganjurkan supaya kita tidak gampang (tertular), yang paling penting tidak boleh menempelkan tangan kita ke hidung, mulut atau ke mata sebelum cuci tangan. Kalau kita punya kacamata silahkan dipakai agar kita tidak mudah mengusap-usap mata kita,” terangnya.

Untuk warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) atau orang dengan risiko (ODR) yang sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif, agar tetap menjaga stamina tubuhnya. 

Caranya, dengan banyak minum vitamin B dan C, serta berisirahat yang cukup. “Makan sayur dan buah-buahan dan tetap menjaga higienitas di tubuh kita. Saya harap tetap menggunakan masker dan menjauhi kerumunan, serta tetap kontrol rutin ke rumah sakit rujukan dan menjaga kebersihan,” pungkasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP