alexametrics
Kamis, 28 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Rumah Sakit Minim Ruang Isolasi untuk Rawat Pasien Covid-19

29 Maret 2020, 21: 53: 48 WIB | editor : Wijayanto

Ruang isolasi khusus di RSUD Dr Soetomo.

Ruang isolasi khusus di RSUD Dr Soetomo. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rumah sakit di Indonesia umumnya tidak memiliki ruang isolasi yang cukup untuk merawat pasien Covid-19. Bahkan, RSUD dr Soetomo yang menjadi rujukan utama penanganan Covid-19 di Jawa Timur hanya punya 11 ruang isolasi khusus.

Sedangkan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) yang ditunjuk pemerintah jadi pusat pengambilan sampel Covid-19 di Jatim pun hanya memiliki tiga ruang isolasi khusus dan satu ruang isolasi bersama untuk pasien dalam pengawasan (PDP). 

Hal ini tentu sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 40-an juta jiwa. Jika sepuluh persensaja masyarakat Jawa Timur terkena Covid 19, setidaknya dibutuhkan 4 juta ruangan. 

Direktur Pelayanan Medis RSUD dr.l Soetomo dr Anang Endaryanto menyebut, terbatasnya ruangan isolasi karena rumah sakit di Indonesia tidak disiapkan untuk mengatasi wabah. "Oleh karenanya, ruang isolasi khusus untuk pernyakit tertentu seperti SARS, MERS, dan Covid-19 ini juga terbatas," terangnya. 

Dengan ruangan yang sangat terbatas ini, RSUD dr Soetomo hanya menerima pasien Covid-19 dalam kondisi berat saja. Sementara pasien dengan kondisi sedang akan dilempar di rumah sakit rujukan corona di Jatim yang lain.  "Sebelas ruangan  itu selalu penuh. Dan  kami usahakan  setiap hari ada yang keluar sehingga antrian pasien bisa masuk," tambahnya. 

Karena itu, beberapa waktu ini RSUD dr Soetomo sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun ruang isolasi khusus. Lokasinya menempati ruang Poli Onkologi lama. Pengerjaannya dilakukan selama 24 jam nonstop.

Dengan pembangunan ruang isolasi khusus ini, kapasitas rumah sakit akan bertambah menjadi 20 ruangan. Pertanyaannya, apakah jumlah tersebut cukup dibandingkan dengan jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak ini. 

Hal yang sama juga terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga. RSUA malah hanya memiliki tiga ruangan isolasi khusus yang masing-masing diisi satu orang. Artinya, RSUA tidak bisa merawat pasien positif coroba lebih dari tiga orang. Lalu bagaimana pasien yang lain? 

Juru bicara penanganan corona RSUA drnAlfiian Nur Rasyid SpP menjelaskan, tiga ruangan itu digunakan untuk merawat pasien dalam kondisi berat saja. Sementara pasien dalam kondisi ringan menjalani isolasi mandiri di rumah. Dengan pengawasan dinas kesehatan setempat dan rumah sakit.

Dari data Kamis (25/5), ada lima pasien Covid-19 dalam kondisi ringan menjalani isolasi mandiri di rumah. "Memang tidak apa-apa. Ini ketentuannya juga sudah disampaikan oleh juru bicara Covid-19 pusat," terangnya.

Isolasi mandiri ini, lanjutnya, dilakukan sesuai prosedur pencegahan penularan. Artinya tidak boleh ada kontak dengan keluarga dan orang lain. 

Yang menjadi pertanyaan, apakah orang Indonesia bisa disiplin menjalani isolasi mandiri. Apakah ada jaminan pasien positif tersebut akan patuh menjalani sosial dan physical distancing? Mengingat sebagian masyarakat saat ini tidak patuh untuk tetap diam di dalam rumah. (ism/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP