alexametrics
Sabtu, 30 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gubernur Khofifah: Tidak Ada Lockdown di Jawa Timur

29 Maret 2020, 17: 44: 21 WIB | editor : Agung Nugroho

Gubernur Khofifah: Tidak Ada Lockdown di Jawa Timur

SURABAYA–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak ada karantina wilayah atau lockdown di wilayah Jawa Timur. Sebab, Pemprov Jatim tidak memiliki kewenangan untuk melakukan lockdown.

"Perintah lockdown merupakan kebijakan pemerintah pusat," ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (29/3).

Menurut dia, karantina wilayah atau lockdown berarti sama sekali tidak ada mobilitas, kecuali TNI dan Polri yang mengirimkan logistik.

Karantina wilayah juga berarti tidak ada orang yang keluar rumah. Makanan pun akan disiapkan pada tiap-tiap rumah penduduk.

Contohnya Kota Wuhan di Tiongkok yang pernah melakukan lockdown secara terkoordinasi. "Ada juga yang melakukan lockdown secara tidak terkoordinasi,” paparnya.

Sempat beredar di WhatsApp (WA) surat perintah dilakukannya lockdown di Pulau Madura. Gubernur Khofifah membantah informasi itu.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan berlapis mendirikan drive through disinfektan di Jembatan Suramadu di jalur masuk Madura ke Surabaya dan sebaliknya.

Selain itu tenda drive through disinfektan untuk kendaraan juga disediakan di jalur pelayaran Probolinggo, Situbondo, dan Kepulauan Sumenep. “Ini upaya yang lebih masif untuk mencegah penyebaran virus corona di kawasan Madura dan kepulauan,” katanya.

Khofifah menambahkan, jika ada rumah sakit rujukan Covid-19 di kabupaten dan kota belum punya dokter spesialis paru-paru, bisa memberdayakan dokter spesialis penyakit dalam. Sebab, dokter spesialis penyakit dalam juga mumpuni untuk memberikan layanan medis terkait Covid-19.

“Selain itu, kami mengimbau warga Jatim yang ada di Jakarta maupun daerah terjangkit sebaiknya tidak pulang terlebih dulu. Namun, jika sudah ada yang telanjur pulang, kami sudah memberikan instruksi kepada bupati maupun wali kota agar para pemudik yang berasal dari Jakarta maupun daerah terjangkit ini tercatat di RT maupun RW. Ini untuk kebaikan mereka sendiri," terangnya.

Khofifah juga menginstruksikan agar semua wali kota dan bupati menyediakan ruang observasi maupun ruang isolasi bagi para pemudik. Ruangan itu diutamakan untuk pemudik yang datang ke Jatim. “Kami berharap yang memulai mudik lebih awal ini sudah teridentifikasi,” katanya.

Sebelumnya Pemprov Jatim memberikan bantuan sebanyak 2.600 Reagen PCR (Polymerase Chain Reaction) pendeteksi virus corona SARS-CoV-2 pada Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya.

Reagen ini menjadi bahan penting untuk bisa memberikan konfirmasi deteksi virus corona jenis SARS-CoV-2 dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) dari pengambilan spesimen seseorang yang diambil dari tes swab.(mus/rek)

(sb/mus/Nug/JPR)

 TOP