alexametrics
Kamis, 28 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tinggalkan Sepeda, Jambret Prapat Kurung Selatan Berhasil Ditangkap

Dua Teman Tersangka Dinyatakan DPO

29 Maret 2020, 15: 20: 45 WIB | editor : Agung Nugroho

DIRINGKUS: Tersangka Sofiuddin (tengah) serta motornya diamankan Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

DIRINGKUS: Tersangka Sofiuddin (tengah) serta motornya diamankan Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (IST)

Share this      

SURABAYA-Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil meringkus jambret yang beraksi di kawasan Jalan Prapat Kurung Selatan No 1, Perak Utara, Surabaya. Dia adalah Moh Sofiuddin, 27, warga Jalan Teluk Nibung Barat Gang 4, No 10, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian. Sofiuddin tidak beraksi sendirian ia bersama. Namun, saat dikejar, dua temannya berhasil kabur.

 “Dua teman tersangka kami tetapkan DPO. Ponsel korban dibawa oleh DPO ini,” kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga, kemarin (29/3). 

Awalnya Sofiuddin bersama dua rekannya berkeliling di sekitar kawasan Perak Utara terlebih dahulu untuk mencari mangsanya. Tersangka menemukan sasarannya di Jalan Prapat Kurung Selatan. 

Saat itu, tersangka bersama dua temannya melihat korban Samsul Arifin, 41, warga Jember yang sedang menunggu penumpang di depan RS PHC Jalan Prapat Kurung No 1, Surabaya. Salah satu dari tersangka yang berhasil kabur, merampas secara paksa ponsel yang berada di genggaman Samsul.

Secara spontan, korban pun berteriak maling dan teriakannya direspon Unit Jatanras yang sedang berpatroli di sekitar lokasi. Triakan itu membuat ketiga jambret tersebut panik dan dua diantaranya kabur membawa hasil rampasan. Sedangkan satu tersangka, Sofiuddin sebagai joki sepeda motor berhasil diringkus oleh petugas.

Komplotan ini memiliki tugas masing-masing. “Menurut keterangan tersangka Sofiuddin, dua orang joki yaitu dirinya dan satu lagi rekannya yang kabur. Sementara,pelaku lain sebagai eksekutor,” kata Dimas.

Saat penyidikan, tersangka mengaku sudah sering kali beraksi di kawasan tersebut. Mereka mengincar korbannya yang sedang main ponsel di pinggir jalan. Rencananya, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. “Akan dijual kembali, nanti hasilnya dibagi,” kata Sofiuddin. (gin/gun)

(sb/gin/Nug/JPR)

 TOP