alexametrics
Kamis, 28 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kelabui Petugas, Residivis yang Ubah Nomor Polisi Dipenjara Lagi

29 Maret 2020, 14: 10: 16 WIB | editor : Agung Nugroho

TAK KAPOK: Tersangka Wafar diamankan Polsek Lakasantri.

TAK KAPOK: Tersangka Wafar diamankan Polsek Lakasantri. (IST)

Share this      

SURABAYA-Pernah ditahan dua kali karena kasus pencurian motor, tak membuat Wafar, 34, kapok. Warga Sawah Tengah, Sampang yang tinggal di Jalan Banyuurip, Surabaya itu kembali beraksi mencuri motor. Untuk mengelabui aparat, dua huruf belakang nomor polisi kendaraan sarana pencurian  diubah menggunakan lakban. Seharusnya huruf F diubah menjadi huruf P.

Kapolsek Lakarsantri Kompol Palma Fitria Fahlevi mengatakan, tersangka ditangkap setelah dilaporkan mencuri motor milik Serlia, 27, warga Jalan Banyuurip, saat diparkir di Blok F  No 10 G Walk Citraland, Surabaya Jumat siang (6/3)  lalu.

Saat itu, tersangka bersama temannya terekam CCTV menggunakan motor Scoopy Nopol L 6581 PT mencuri motor korban. Namun, tersangka tak sadar aksinya terekam CCTV di lokasi parkir. "Kami selidiki nopol kendaraan tersangka ternyata nomor kendaraan Honda Revo. Nah setelah diperhatikan dan diteliti ternyata bukan huruf P tapi huruf F dilakban warna putih menjadi P," ungkapnya kepada Radar Surabaya, kemarin (29/3).

Mendapat petunjuk tersebut, polisi lantas mengejar pelaku. Tak lama kemudian, tersangka terlihat mengendarai motor yang digunakan sarana mencuri di Jalan Banyuurip. Pelaku langsung ditangkap dan dikeler ke kosnya.  "Di rumah kosnya ditemukan jaket, tas punggung, celana dan sepatu yang identik dengan rekaman CCTV  pakaian yang dipakai tersangka mencuri," bebernya. 

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Palma, tersangka merupakan residivis kasus serupa. Pada 2016, tersangka ditahan Polrestabes Surabaya. Kemudian pada 2019 lalu, tersangka ditangkap Polsek Wiyung. "Tersangka ini residivis curanmor. Dia sebagai eksekutor. Satu kawannya masih buron," tambahnya.

Sementara itu tersangka Wafar mengaku motor Honda Scoopy milik korban sudah dijual ke Sampang, Madura laku seharga Rp 3 juta. "Hasilnya dibagi dua, untuk keperluan sehari-hari karena nggak kerja," ucapnya di depan penyidik. (rus/gun)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP