alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Pemkab: Dana Desa Diarahkan untuk Pencegahan Covid-19

28 Maret 2020, 01: 22: 39 WIB | editor : Wijayanto

SUDAH DILAKUKAN: Tim Pemerintah Desa Gapurosukolilo sudah melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya.

SUDAH DILAKUKAN: Tim Pemerintah Desa Gapurosukolilo sudah melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik menginstruksikan pemerintah desa untuk membentuk relawan gugus tugas pencegahan dan pengendalian penyebaran coronavirus disease (Covid-19). Dalam operasionalnya, pemerintah desa diarahkan menggunakan dana kedaruratan atau belanja tak terduga dalam Anggaran Pendapatan Belanja  (APB)  Desa 2020.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gresik Malahatul Fardah membenarkan, dana belanja tak terduga yang berasal dari APBDes boleh dan bisa digunakan untuk operasi pencegahan Covid-19 di level desa.

"Namun apabila dana tak terduga belum dianggarkan dalam APBDesa 2020, atau tidak cukup untuk membiayai kebutuhan penanggulangan Covid-19, maka kepala desa dapat melakukan pergeseran atau perubahan APBDesa. Kepala desa bisa membuat penjabaran APBDesa sebelum peraturan desa tentang perubahan APBDesa ditetapkan," terangnya.

Kemudian kepala desa memberitahukan kepada Badan Pengawas Desa (BPD) mengenai penetapan peraturan kepala desa tentang perubahan penjabaran APBDesa yang kemudian disampaikan kepada bupati melalui camat.

Dikatakan, mekanisme tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa 2020.

Dimana disebutkan bahwa dana desa bisa dipakai untuk kegiatan tanggap darurat bencana dengan mekanisme perubahan dokumen perencanaan dan anggaran pembangunan desa (RKPDesa) tahun 2020.

Serta, anggaran dan pendapatan belanja desa (APBDesa) 2020 yang ditetapkan dengan peraturan desa sebelum terjadinya bencana dilakukan langkah perubahan RKPDesa.

Sementara itu, Ketua Asosiasi kepala desa (AKD) Kabupaten Gresik Nurul Yatim menyebut kepala desa se-Kabupaten Gresik akan melakukan perubahan anggaran. Dimana dalam situasi darurat, diperbolehkan melakukan perubahan lebih dari satu kali. 

"Kegiatan yang sudah dilakukan seperti penyemprotan disinfektan di fasum, misalnya masjid mushola, sekolah, menghimbau warga mencuci tangan dengan hand sanitizer dan memberikan edukasi berperilaku hidup bersih," katanya.(qom/han)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP