alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Diterpa Isu Covid-19, Warga Pondok Permata Suci Panik

28 Maret 2020, 01: 02: 04 WIB | editor : Wijayanto

RESAH: Warga Jalan Ruby PPS berkumpul setelah mendapatkan kabar bahwa ada warganya yang dijemput ambulans oleh Dinkes Gresik.

RESAH: Warga Jalan Ruby PPS berkumpul setelah mendapatkan kabar bahwa ada warganya yang dijemput ambulans oleh Dinkes Gresik. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pesan berantai melalui media sosial beredar menyatakan satu keluarga di Jalan Ruby, Pondok Permata Suci (PPS) dijemput oleh petugas Dinkes Gresik dengan menggunakan ambulans. Meski tidak menyebutkan identitas lengkap, namun di dalam pesan tertulis jika keluarga yang datang dari Jakarta itu tinggal di sebuah rumah di jalan Ruby VIII PPS.

Berdasarkan hasil penelusuran dilapangan, mayoritas warga di Jalan Ruby telah mengetahui informasi tersebut. Pasalnya, info itu disebarkan di dua grup whatsapp milik warga. "Saya tahu (informasinya) namum setelah saya cek semua nihil," kata Wakil Ketua RT jalan Ruby PPS, Hanafi.

Bahkan, kata dia, informasi yang santer sejak pagi itu sudah membuat warga di lingkungannya resah dan panik. Diakuinya, sempat ada keinginan untuk melakukan pemortalan menjadi satu pintu agar tidak semakin banyak orang datang ke lingkungannya untuk mencari informasi.

"Setelah kami pertimbangan langkah itu tidak perlu. Berdasarkan koordinasi dengan pengurus RW lebih baik semua pengurus RT dikumpulkan dan mencari kebenaran informasi tersebut," tegasnya.

Informasi adanya warga yang dijemput dengan menggunakan ambulans dibenarkan oleh Anwar warga Jalan Ruby IX PPS. Meski membenarkan dia tidak mengakui apakah informasi yang dia terima melalui grup PKK istrinya itu benar atau hoax. "Saya sudah baca ada warga yang dijemput ambulans. Meski jalan itu ada di balik rumah, saya tidak berani kesana, takut ada hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Gresik, Nadlif mengaku pihaknya masih belum mendapatkan laporan adanya warga yang dijemput oleh petugas dinkes. “Bisa langsung ke kadinkes. Saya belum mendapatkan laporan," tuturnya.

Sementara itu, Kabupaten Gresik telah dikategorikan sebagai zona merah Covid-19. Hal itu menyusul meninggalnya satu pasien PDP dan satu pasien positif Covid-19 asal Gresik yang kini dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

"Kami meningkatkan upaya tracing ke semua lapisan masyarakat. Meski yang bersangkutan (pasien positif Covid-1( asal Driyorejo) tidak ber-KTP Gresik, namun secara epidemiologi, wilayah Gresik sudah terjangkit," beber Sekretaris Satgas Percepatan penanganan Covid-19 Gresik, dr Saifudin Ghozali.

Hingga Jumat (27/4), jumlah ODR di Gresik mencapai 691 orang naik dari yang sebelumnya 675, sementara ODP dari yang sebelumnya 57, naik menjadi 90 orang.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) di Gresik pun angkanya meningkat menjadi 22 orang, dari yang sebelumnya 17 orang. “Empat orang sudah dinyatakan sembuh dan seorang meninggal dunia,” pungkas pria yang juga kadinkes Gresik tersebut. (qom/fir/han)

(sb/fir/jpg/jay/JPR)

 TOP