alexametrics
Kamis, 28 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Distribusikan 18.400 Alat Rapid Test ke 65 RS dan Daerah

27 Maret 2020, 18: 35: 59 WIB | editor : Wijayanto

SIMULASI: Petugas dari Dinkes menunjukkan alat rapid test di Grahadi, Jumat (27/3).

SIMULASI: Petugas dari Dinkes menunjukkan alat rapid test di Grahadi, Jumat (27/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemprov Jawa Timur menggelar rapid test serentak Covid-19 di 38 kabupaten/kota mulai Jumat (27/3). Sebanyak 18.400 alat rapid test telah didistribusikan ke 65 rumah sakit rujukan dan dinas kesehatan di seluruh kabupaten/kota.

SIMBOLIS: Wagub Emil Elestianto Dardak membagikan alat rapid test ke instansi di daerah.

SIMBOLIS: Wagub Emil Elestianto Dardak membagikan alat rapid test ke instansi di daerah. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Alat tes cepat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 8.400 dan 10 ribu unit bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Kami bagi ke daerah sebanyak 16.600, untuk 65 rumah sakit rujukan sebanyak 9.500 dan 7.020 untuk dinas kesehatan kabupaten/kota di Jatim. Sisanya 1.800 kita gunakan untuk bufferstock,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Mantan Menteri Sosial itu menambahkan, pembagian alat rapid test ke rumah sakit rujukan ditentukan secara proporsional dengan melihat kebutuhan, jumlah ruang isolasi, dan pasien Covid-19 yang dirawat. Selain itu, tes juga dilakukan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dengan pemantauan (ODP).

Kota Surabaya mendapatkan 32 boks alat rapid test, Tulungagung 38 boks, Kota Malang 21 boks. Masing-masing boks berisi 20 buah alat rapid test.

Saat distribusi alat rapid test di Gedung Grahadi, turut disimulasikan tata cara penggunaan rapid test. Para petugas rumah sakit juga diberi buku manual serta akan dilatih terlebih dahulu sebelum melakukan rapid test virus corona ini.

Rapid test ini merupakan alat deteksi antibodi untuk virus corona jenis SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 dengan melalui pengambilan sampel darah. Apakah seseorang terjangkit virus corona atau tidak bisa diketahui hanya dalam waktu 15-20 menit.

Lalu, siapa yang akan mendapatkan prioritas untuk dites menggunakan alat ini? Khofifah menyebut empat golongan. Prioritas pertama, mereka yang kontak erat dengan risiko tinggi. Termasuk tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan petugas yang mengantar dan membersihkan ruangan di tempat orang positif Covid-19 dirawat.

Prioritas kedua, mereka yang berstatus PDP, bila pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) tidak memungkinkan dilakukan atau memerlukan waktu yang lama. Ketiga, ODP, sedangkan jenjang prioritas keempat adalah mereka yang memiliki kontak erat risiko rendah. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP