alexametrics
Senin, 25 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Baru Kerja 6 Bulan, Juru Tagih Gelapkan Uang Koperasi Rp 42,9 Juta

27 Maret 2020, 17: 07: 18 WIB | editor : Wijayanto

TAK DISETOR: Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati (paling kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penggelapan yang berhasil diamankan.

TAK DISETOR: Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati (paling kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penggelapan yang berhasil diamankan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dipercaya menjadi juru tagih koperasi, Prayudi Irdananto, 31, warga Desa Kalisat, Jalan Argopuro, Jemberkoperasi Jalan Wonocolo Gang Buntu, Surabaya malah berbuat jahat. Pelaku yang tinggal di Jalan Wonocolo Gang Buntu, Surabaya itu menggelapkan uang tagihan koperasi senilai Rp 42,9 juta. Akibatnya, tersangka kini ditahan di rumah tahanan Polsek Wonocolo.

Kasus penggelapan ini terungkap setelah korban melalui Heri Yansah, 32, warga Bondowoso yang tinggal di Jalan Perum Griya Samudra Asri Blok A2, Sidoarjo melapor ke polisi.Dalam laporannya tersebut diterangkan terjadi dugaan tindak pidana penggelapan di koperasi Jalan Wonocolo Gang Buntu, Surabaya yang dilakukan karyawan sendiri.

Setelah diselidiki ternyata benar. Pelakunya adalah karyawan koperasi sendiri. Alhasil dengan mudah tersangka ditangkap di rumahnya."Tersangka melakukan penggelapan uang koperasi. Dia karyawan bagian penagihan," kata Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih didampingi Kanit Reskrim Iptu Supranoto, Jumat (27/3).

Saat diinterogasi, lanjut Masdawati, tersangka sempat mengelak. Namun setelah ditemukan barang bukti tersangka mati kutu. Dia mengakui semua perbuatannya menggelapkan uang koperasi. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti 29 kwitansi kasbon, dan 76 lembar kartu pinjaman yang sudah dimanipulasi.

"Modusnya tersangka memalsukan data keluar uang koperasi, dan tidak melaporkan hasil penagihan. Akibat perbuatannya pihak koperasi rugi sekitar 42, 9 juta," tambah dia.

Sementara itu tersangka Prayudi Irdananto mengaku sengaja menggelapkan uang koperasi karena kepepet butuh uang. Diakuinya, penggelapan  dilakukan sejak November 2019 lalu hingga awal Maret 2020. "Saya kerja sudah enam bulan. Uangnya saya pakai sendiri untuk keluarga," ungkapnya. (rus/gun)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP