alexametrics
Senin, 25 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Hari Ini Masjid Cheng Hoo Tiadakan Salat Jumat

27 Maret 2020, 16: 58: 26 WIB | editor : Wijayanto

IKUTI IMBAUAN PEMERINTAH: Suasana salat Jumat berjamaah di Masjid Muhammad Cheng Hoo pada Jumat (20/3) lalu. Jumat ini (27/3) mereka meniadakan salat Jumat.

IKUTI IMBAUAN PEMERINTAH: Suasana salat Jumat berjamaah di Masjid Muhammad Cheng Hoo pada Jumat (20/3) lalu. Jumat ini (27/3) mereka meniadakan salat Jumat. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya mulai hari ini, Jumat (27/3) tidak menggelar salat Jumat, dikarenakan adanya virus Covid-19. Menurut Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya Ahmad Hariono Ong, kondisi virus Covid-19 di Surabaya dan adanya imbauan dari Pemerintah Kota Surabaya dan Pemprov Jatim sehingga untuk sementara ini Salat Jumat tidak dilaksanakan sembari menunggu pengumuman dari pemerintah. 

“Karena kalau salat Jumat banyak orang dan jaraknya renggang ya ditakutkan tidak sah salatnya, dan kami pun mewaspadai dengan mengikuti protokoler kesehatan untuk pencegahan Covid-19 ini agar masyarakat juga aman dari virus Covid-19,” katanya.

Ahmad menambahkan, untuk salat lima waktu di Masjid Cheng Hoo tetap melaksanakan salat berjamaah seperti biasanya, hal ini dikarenakan jumlah jemaah salat tidak seperti biasanya, berkurang 50 persen imbas dari Covid-19 ini. “Ya kalau salat lima waktu seperti biasa, karena jemaah juga yang biasanya empat shaf kini hanya dua shaf,” ungkapnya.

Ahmad menjelaskan, meskipun mengikuti protokoler, namun untuk salat jamaah lima waktu pihaknya tidak menerapkan adanya jarak (social distance) karena menurutnya hal itu akan menggangu dari sahnya salat. ”Ya biasanya saja salatnya nggak pakai jaga jarak karena itu nanti pengaruh di syarat sahnya salat,” terangnya

Namun, pihaknya juga rutin untuk melakukan penyemprotan disinfektan setengah jam sebelum salat wajib setiap harinya, hal ini sebagai bagian strerilisasi masjid dalam menjalankan protokoler kesehatan. “Kami rutin menyemprot, namun kalau ada yang batuk kami imbau untuk menggunakan masker,” katanya.

Untuk salat Jumat hari ini yang ditiadakan, pihaknya sudah mengumumkan sejak Jumat lalu dan juga saat salat fardu setiap harinya.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyerahkan keputusan tidak adanya salat di masjid kepada pengurus masjid masing-masing. Ketua Umum MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori mengatakan, pihaknya hanya memberi imbauan, namun tidak melarang secara mutlak.

”Karena Indonesia sangat beragam dan luas, sepert masjid-masjid di mana-mana, kita tidak bisa melarang secara mutlak, melihat kondisi daerah tersebut,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau dan mematuhi keputusan pemerintah untuk menjaga standar kesehatan saat jemaah masuk ke dalam masjid. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP