alexametrics
Senin, 25 May 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

UMKM Ikut Partisipasi Produksi APD untuk Tim Medis

27 Maret 2020, 16: 49: 24 WIB | editor : Wijayanto

DIKEBUT: Pengusaha UMKM binaan Disdag Kota Surabaya Novita Rahayu menunjukkan pakaian APD untuk petugas medis yang menangani pandemi Covid-19 pesanan Pemkot Surabaya.

DIKEBUT: Pengusaha UMKM binaan Disdag Kota Surabaya Novita Rahayu menunjukkan pakaian APD untuk petugas medis yang menangani pandemi Covid-19 pesanan Pemkot Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Langkanya Alat Pelindung Diri (APD) di tengah wabah virus corona yang merebak akhir-akhir ini, mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bahu membahu melakukan upaya pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan membuat APD berupa masker berbahan kain serta baju perangkat medis secara mandiri.

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya mulai memproduksi APD yang bakal didistribusikan rumah sakit yang ada di Surabaya. Pemilik UMKM Vi-ra Collection Novita Rahayu Purwaningsih menuturkan, pihaknya mulai memproduksi baju perangkat medis atau cover all sejak Senin (23/3) lalu.

Hingga saat ini, Novita bersama 16 penjahit lainnya telah memproduksi sebanyak 215 cover all dari tujuh gelondong kain yang diberikan Disdag. "Dari Senin malam itu mulai dikerjakan dan selesai Rabu dini hari," terangnya di Surabaya.

Novita mengaku, awalnya ia tidak mengetahui bahwa waktu yang diberikan untuk pembuatan cover all ini hanya selama satu hari dengan target menghasilkan sebanyak 150 cover all. "Akhirnya saya bagi dengan teman-teman yang lain juga untuk mengejar ini, apalagi saat ini memang sangat dibutuhkan," akunya.

Meski dikerjakan dalam kurun waktu yang terbilang singkat, proses produksi cover all ini tetap diawasi oleh pihak Disdag. "Mulai dari mengantar kain sampai proses menjahitnya kami ditungguin. Karena model kostumnya juga sudah ditetapkan mereka," imbuhnya.

Saat ini, Novita hanya memproduksi cover all dalam dua ukuran, yakni ukuran all size dan jumbo. Sedangkan untuk ongkos jahitnya, Novita tidak mematok harga khusus. Padahal dalam proses produksi kostum ini, Novita mengaku mengalami sedikit kesulitan.

Pasalnya, kain yang digunakan cenderung berat. "Bajunya juga panjang jadi pengerjaannya lebih lama. Sebenarnya tidak susah, tapi karena diburu waktu jadi panik semuanya," ujarnya.

Terpisah, Ketua Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menuturkan, bahan yang digunakan untuk cover all ini ialah kain gortex. Menurutnya, pemilihan bahan ini atas arahan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. "Mungkin banyak jenisnya ya, tapi kami memilih yang sesuai dengan arahan," katanya.

Karena nantinya semua produksi APD ini akan dihimpun di Dinkes untuk kemudian didistribusikan. Hingga minggu ini, Wiwiek mencatatkan sebanyak 10.000 masker berbahan kain telah diproduksi. Sedangkan untuk cover all sudah ada sebanyak 300 pieces. "Tapi kami akan terus memproduksi setiap hari," imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP