alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

PDP Covid-19 Meninggal di RS Ibnu Sina, Jenazah Dimakamkan di TPU

27 Maret 2020, 10: 16: 25 WIB | editor : Wijayanto

KONPERS: Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Gresik memberikan keterangan pers.

KONPERS: Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Gresik memberikan keterangan pers. (ABDUL AZIZ QOMAR/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid 19 di Gresik meninggal dunia di RSUD Ibnu Sina, Kamis (26/3). Hal itu disampaikan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam konferensi pers di Gresik, kemarin. 

Direktur RSUD Ibnu Sina Endang Puspitowati mengatakan, satu orang pasien PDP meninggal dunia Kamis (26/3) dini hari setelah kritis karena mengalami pneumonia berat sejak Sabtu (21/3) lalu. "Adapun statusnya saat itu masih PDP karena hasil lab dari Balitbangkes belum keluar," terangnya.

Pihak RSUD Ibnu Sina juga memastikan, penanganan PDP yang meninggal sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). "Sesuai prosedur penanganan pasien Covid-19, perawatan jenazah hingga dikebumikan kami lakukan sesuai SOP sehingga menjamin keluarga dan lingkungan sekitar," tuturnya.

Adapun terhadap keluarga atau lingkungan yang pernah berinteraksi dengan pasien PDP yang meninggal tersebut, tim satgas akan melakukan tracing, pelacakan, pengawasan dan pembatasan aktifitas dalam 14 hari ke depan.

Sekretaris Gugus Tugas Tim Percepatan Penanganan Covid-19, Saifudin Ghazali mengatakan, dengan meninggalnya satu pasien PDP, hingga kini jumlah PDP di Kota Pudak menjadi 19 orang dengan 3 pasien dinyatakan sembuh.

“Jumlah orang dalam risiko (ODR) berkurang drastis. Dari 675 orang yang lepas 14 hari ada 406 orang. Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) meningkat dari 44 ke 57 orang,” kata pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Gresik tersebut.

Ia berharap, keluarga dan orang yang pernah berinteraksi dengan PDP yang meninggal membatasi aktivitasnya selama 14 hari ke depan.

Berdasarkan hasil tracing dan pelacakan PDP yang meninggal tersebut, Ghazali mengatakan jika almarhum pernah melakukan perjalanan ke Jakarta yang termasuk red area Covid-19. "Berdasarkan hasil tracing, kami temukan pasien PDP yang meninggal tersebut pernah melakukan perjalanan ke Jakarta sebelum yang bersangkutan sakit," bebernya. 

Sementara itu, PDP yang meninggal itu diketahui adalah karyawan di salah satu perusahaan di Kawasan Industri Maspion (KIM). Sebelumnya ia dilarikan ke RSUD Ibnu Sina pada Selasa (24/3) lantaran mengeluh kesulitan bernafas. Pasien adalah pria asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengontrak di sebuah rumah di GKB selama dua tahun terakhir.

Manager Keamanan KIM Manyar, AKBP (Purn) Sumarsono mengaku juga telah mendengar informasi bahwa salah satu karyawan perusahaan yang berada di KIM meninggal. “Saya dapat informasinya tadi pagi,” kata Sumarsono.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di lapangan dari jumlah ODP yang ada di RSUD Ibnu Sina, sebanyak 5 ODP merupakan rekan satu perusahaan korban yang ikut dalam rombongan dinas ke Jakarta atau area red zone Covid 19. 

Jenazah korban sendiri berdasarkan informasi yang diterima Radar Gresik telah dimakamkan di TPU Tlogo Pojok oleh tim dari Dinkes Gresik dan RS Ibnu Sina yang mengenakan alat pelindung diri (ADP) tanpa melibatkan orang umum maupun keluarga korban. (qom/fir/han)

(sb/jpg/fir/jay/JPR)

 TOP