alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Jenazah Pasien Positif Corona Sedati, Dimakamkan di TPU Delta Praloyo

Pemkab Akan Bentuk Tim Khusus Pemakaman

26 Maret 2020, 18: 45: 20 WIB | editor : Agung Nugroho

PAKAI PELINDUNG: Pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di TPU Delta Praloyo Kamis (26/3) dini hari.

PAKAI PELINDUNG: Pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di TPU Delta Praloyo Kamis (26/3) dini hari. (IST)

Share this      

SIDOARJO-Tim Satgas Covid-19 Sidoarjo dalam waktu dekat akan membentuk tim khusus yang bertugas memakamkan pasien positif virus corona yang meninggal. Hal itu dilakukan karena lambatnya pemakaman warga Sedati positif Covid-19 yang meninggal Rabu (25/3) malam.

Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut menghembuskan napas terakhir pukul 19.00. Begitu menerima laporan, Pemkab Sidoarjo menghubungi Pemkot Surabaya untuk berkoordinasi. Sebab warga yang meninggal ber-KTP Surabaya namun tinggal di perumahan kawasan Kecamatan Sedati. "Ternyata belum siap. Sesuai SOP pasien positif covid-19 yang meninggal harus dimakamkan tidak boleh lebih dari empat jam," jelas Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang akrab disapa Cak Nur .  

Dia menambahkan, pihaknya akhirnya memutuskan memakamkan pasien yang meninggal itu di TPU Delta Praloyo. Kendala belum berhenti sampai disitu. Tidak ada orang yang bersedia memakamkan jenazah. Cak Nur kemudian membujuk penggali untuk membantu proses pemakaman. “Dengan memakai baju hazmat dan alat perlindungan diri (APD) lengkap lima orang akhirnya saya ikut memakamkan jenazah,” ungkap Cak Nur. 

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, tim khusus akan segera terbentuk. Sudah diusulkan bersama DPRD Sidoarjo. Termasuk pembahasan tempat, biaya, peralatan pemakaman sudah dipikirkan. 

Bagaimanan SOP pemakamannya ? Syaf menjelaskan, pemakaman tidak boleh lebih dari empat jam setelah meninggal. Jenazah harus dibungkus plastik, ada saksi dari keluarga satu orang dengan memakai APD lengkap. Kemudian masukkan dalam peti. 

Hingga Kamis (26/3) siang ada empat pasien positif, 40 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 21 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Meskipun demikian PDP yang dirawat di RS rujukan hanya 19 pasien. "Sisanya ada yang di Surabaya, ada yang di rumah. Dengan pengawasan ketat dari petugas medis," tandasnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia