alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Kirim Somasi, M. Rifai Minta Gedung DPC Gerindra Sidoarjo Dikosongkan

26 Maret 2020, 18: 26: 51 WIB | editor : Wijayanto

KEBERATAN: Mantan ketua DPC Gerindra, M. Rifai menunjukkan surat somasinya.

KEBERATAN: Mantan ketua DPC Gerindra, M. Rifai menunjukkan surat somasinya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Pergantian ketua DPC Gerindra Sidoarjo beberapa waktu lalu tampaknya berbuntut panjang. Mantan Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, M. Rifai, melayangkan somasi.

Ia meminta gedung DPC Gerindra di Jalan Lingkar Barat, Magersari, Sidoarjo untuk dikosongkan. Karena, gedung yang digunakan sebagai operasional Partai Gerindra Sidoarjo itu diakui adalah asetnya.

M. Rifai menceritakan, ia telah membeli tanah di Jalan Lingkar Barat itu dari keluarga Agus Sukiranto dengan harga Rp 2,25 miliar. Pihaknya telah membayar dengan harga Rp 1,8 miliar. “Sisanya akan dilunasi setelah sertifikat jadi,” katanya.

Pasca pembelian, sebagian tanah dibangun gedung yang kini digunakan untuk operasional partai pimpinan Prabowo Subiyanto itu. “Saat saya menjadi ketua DPC, silahkan gedung itu digunakan, saya tidak masalah,” terang Rifai.

Namun, pertengahan Maret, kepengurusan DPC Gerindra berganti. M. Rifai tak lagi menjadi ketua DPC. Tongkat kepemimpinan Partai Gerindra di Sidoarjo dikomandoi Kayan. Pria yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Sidoarjo.

Terkait pergantian kepemimpinan, M. Rifai mengaku sebenarnya sudah cukup legawa. Karena memang mekanisme partai. Hanya saja, sikap dari pengurus baru dinilai kurang mengenakkan.

Apalagi, M. Rifai mengaku telah banyak berjuang untuk membesarkan partai. “Dari yang hanya dua kursi, sekarang ada tujuh kursi (di DPRD Sidoarjo),” ungkapnya.

Karena itulah, M. Rifai berusaha mengambil aset yang diakui sebagai miliknya. Ia melayangkan somasi kepada pengurus baru untuk mengosongkan gedung. Harapannya, somasi itu bisa menjadi perhatian. M. Rifai juga telah menyiapkan serangkaian langkah hukum perihal sengketa tersebut.

Sementara itu, Ketua DPC  Gerindra Sidoarjo Kayan menegaskan jika kantor yang ada di Jalan Lingkar Barat itu bukanlah aset pribadi. “Kantor itu milik partai. Itu sesuai fakta dan bukti yang ada,” ujar Kayan.

Meski demikian, Kayan mengingatkan bahwa ini bukan berarti dirinya dan Rifai saling berhadapan. Tetapi, Rifai dengan partai. “Kami bertindak semua ini atas perintah partai,” tandasnya. (son)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia