alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Otopsi Tulang yang Ditemukan di Kebun Tebu, Tidak Ada Tanda Kekerasan

26 Maret 2020, 16: 43: 10 WIB | editor : Agung Nugroho

GEGER: Proses evakuasi penemuan tulang di area kebun tebu, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Minggu (22/3) malam.

GEGER: Proses evakuasi penemuan tulang di area kebun tebu, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Minggu (22/3) malam. (IST)

Share this      

SIDOARJO-Penemuan tulang manusia di area kebun tebu Dusun Dermo, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, pada Minggu (22/3) lalu temui titik terang. Meski belum diketahui pasti identitasnya, hasil otopsi dan labfor tulang manusia itu berjenis kelamin perempuan.

Kapolsek Wonoayu AKP Anak Agung GWP menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter yang menangani, tidak ada bekas kekerasan fisik pada tengkorak dan tulang yang ditemukan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. “Masih menunggu hasil penyelidikan tim labfor rumah sakit Bhayangkara Porong,” ujarnya, Kamis (26/3). 

Dia menegaskan, tulang yang ditemukan tidak ada kaitannya dengan siswi SMK yang menjadi korban pembunuhan beberapa waktu yang lalu. Meski, berjenis kelamin perempuan, namun identitasnya berbeda dengan siswa SMK yang hingga kini mayatnya juga belum ditemukan. “Berdasarkan keterangan tim medis diperkirakan perempuan usia lanjut,” paparnya.

Usia tulang manusia tersebut sekitar 60 hingga 80 tahun. Dengan posisi tulang kaki tidak sejajar. Sehingga saat berjalan tidak simetris. “Masih kita upayakan untuk berkordinasi dengan polsek jajaran untuk mengungkap identitasnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, ada salah satu warga Kecamatan Krian telah hilang sekitar dua bulan yang lalu. Berjenis kelamin perempuan dengan usia sekitar 60 tahun. “Dugaan sementara seorang gelandangan sebab semasa hidupnya sebatang kara,” tegasnya.

Sementata itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyebutkan, saat ini kasus tersebut masih ditangani Polsek Wonoayu. Pihaknya saat ini masih mencari asal-usul berdasarkan laporan yang terakhir masuk. “Kami terus berkordinasi untuk mengungkap identitas yang sebenarnya,” pungkasnya. (hil/vga)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia