alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kuli Bangunan Dibui karena Edarkan Pil Koplo

26 Maret 2020, 15: 41: 03 WIB | editor : Wijayanto

GAGAL EDAR: Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati menunjukkan barang bukti 50 butir pil LL dan tersangka.

GAGAL EDAR: Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati menunjukkan barang bukti 50 butir pil LL dan tersangka. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Priyatin Wibisono, 35, alias Supri, warga Jalan Pandugo, Rungkut, Surabaya tak berkutik saat diamankan Unit Reskrim Polsek Wonocolo. Pria yang tinggal di Jalan Penjaringan II, Rungkut itu ditahan gara-gara terlibat kasus peredaran pil LL (pil koplo).

Informasinya, kuli bangunan ini ditangkap di rumah Jalan Penjaringan Sari II, Surabaya. Awalnya korps Bhayangkara menerima informasi dari masyarakat ada peredaran pil koplo di kawasan Pandugo.

Setelah diselidiki, ternyata benar peredaran dilakukan Supri. Setelah dipastikan di rumah, tersangka lantas digerebek anggota Reskrim Polsek Wonocolo awal Maret lalu. "Dari penggeledahan ditemukan lima poket plastik berisi masing-masing 10 butir. Jadi total 50 butir pil LL," ujar Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih sambil menunjukkan barang bukti, Kamis (26/3).

Dijelaskan Masdawati, tersangka mendapatkan barang terlarang itu dari temannya di kawasan Rungkut. Selain menjadi pemakai, lanjut Masdawati, tersangka juga mengedarkan pil tersebut kepada M Aris Dwi Prasetyo yang sudah ditahan karena tersandung narkoba.

Sementara itu, tersangka Priyatin Wibisono berdalih bukan sebagai pengedar. Dia mengaku hanya sebagai pengguna pil LL sebagai penambah stamina. "Hanya memakai, supaya nggak gampang lelah saat kerja (kuli bangunan)," kilahnya.

Priyatin mengatakan, ia bisa mengonsumsi lima butir pil sehari sebagai doping. Menurutnya, pil itu dibeli dengan harga Rp 150 ribu per plastik isi 100 butir. "Dari teman (beli). Nggak jual, hanya konsumsi sendiri sudah empat bulan," tukasnya. (rus/gun)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP