alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Wilayahnya Terbanyak yang Positif, Camat Wonokromo Perbanyak Semprotan

Sehari Semprotkan 800 Liter Disinfektan

26 Maret 2020, 11: 38: 46 WIB | editor : Wijayanto

CEGAH COVID-19: Pemkot Surabaya terus menambah bilik sterilisasi di tempat umum.

CEGAH COVID-19: Pemkot Surabaya terus menambah bilik sterilisasi di tempat umum. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Angka penyebaran virus covid-19 di Surabaya hingga Selasa (24/3) pukul 20.00 terdapat 182 orang dengan pengawasan (ODP), 8 pasien dengan pengawasan (PDP) dan 31 konfirmasi atau positif mengidap covid-19.

Angka penyebaran covid-19 ini terus naik dibandingkan sehari sebelumnya dimana jumlah ODP 134 orang, PDP berjumlah 7 orang, dan konfirmasi atau positif 23 orang.

Sementara dari peta penyebarannya, wilayah Surabaya Timur terdapat 76 ODP, 4 PDP, dan 8 konfirmasi. Wilayah Surabaya Utara 7 ODP, 1 PDP, 3 konfirmasi; wilayah Surabaya Selatan 52 ODP, 4 PDP, 8 konfirmasi, dan wilayah Surabaya Pusat 15 ODP, 0 PDP, 1 konfirmasi. Sedangkan wilayah Surabaya Barat 32 ODP, 1 PDP, 5 konfirmasi.

Di antara wilayah lainnya di Surabaya, Kecamatan Wonokromo paling banyak warganya dengan status konfirmasi atau positif mencapai 7 orang. Terbagi menjadi Kelurahan Darmo ada 3 status konfirmasi, Sawunggaling 2 konfirmasi, dan Ngangel Rejo 2 konfirmasi.

Camat Wonokromo, Tomi Ardiyanto mengatakan, pihaknya saat ini setiap hari sudah melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak 800 liter. Termasuk juga membagikan kepada warga.

"Karena virus covid-19 ini sangat berbahaya, sekarang ini 800 liter mas, kita semprotkan dan bagikan ke warga. Pokoknya 800 liter itu harus habis sehari,” kata Tomi.

Terkait dengan adanya penyebaran yang masif, pihaknya tidak menyangkal, Karena kemungkinan itu dibawa dari orang yang habis bepergian dari luar negeri.

“Bisa juga terinfeksi covid mungkin warga yang habis umrah, pokoknya yang habis bepergian ke luar negeri,” ungkapnya.

Namun demikian, Tomi menyampaikan terkait dengan status ODP, PDP dan Konfirmasi ini supaya tidak meresahkan warga. Sehingga pihaknya mengimbau agar warga terus aktif untuk melakukan antisipasi dengan mengurangi kerumunan, dan aktif melakukan penyemprotan disenfektan.

“Untuk status tersebut (ODP, PDP, konfirmasi) yang tahu Dinas Kesehatan. Supaya tidak menimbulkan keresahan data tersebut tidak dishare,” terangnya.

Saat ini Kecamatan Wonokromo mempunyai 10 alat semprot disinfektan dan telah menyebarkan telur dari Pemkot yang kemudian didistribusikan ke kelurahan.

Tomi juga mengimbau kepada masyarakat Wonokromo untuk membuat masker sendiri karena stok masker saat ini sudah habis.

“Dua minggu lalu kami membagikan masker sebanyak 500 biji, nah sekarang ini kami imbau untuk warga membuat sendiri dari kain,” ungkapnya.

Sementara itu, sejak beberapa hari lalu, Pemkot Surabaya terus memperbanyak pembuatan bilik sterilisasi. Karenanya, warga diminta untuk aktif melakukan sterilisasi diri, terutama ketika pulang kerja atau sebelum masuk ke rumah masing-masing.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Robben Rico memastikan bahwa pihaknya terus memperbanyak pembuatan bilik sterilisasi ini. Bahkan, setiap hari rata-rata bisa membikin 10-20 unit bilik sterilisasi atau lebih.

Bilik sterilisasi ini ternyata lebih efektif dibanding mengerahkan banyak orang untuk menyemprotkan disinfektan setiap hari. Bilik sterilisasi ini akan dipasang di tempat-tempat yang ramai dan banyak dikunjungi orang. “Harapan kami, warga nanti bisa lebih aktif untuk mensterilkan diri mereka masing-masing,” katanya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia