alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Batal Resepsi, Dua Pengantin Diundang Gubernur Syukuran di Grahadi

26 Maret 2020, 04: 01: 19 WIB | editor : Wijayanto

SEDERHANA: Dua pasang pengantin saat mengikuti pesta pernikahan sederhana di gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3). Pesta pernikahan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

SEDERHANA: Dua pasang pengantin saat mengikuti pesta pernikahan sederhana di gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3). Pesta pernikahan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Meskipun batal menggelar resepsi pernikahan, namun kedua pasangan pengantin ini justru diundang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menggelar syukuran di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3). 

Kedua pasangan pengantin tersebut adalah Yayuz Ozdemir, pemuda asal Turki, yang menikahi gadis asli Surabaya bernama Irra Chorina Octora. Kemudian pasangan Amal Fatchullah, duda asal Surabaya, dan Diana Anggraini, janda asal Surabaya juga. 

“Ini adalah bentuk kepedulian mereka atas anjuran pemerintah yang cukup untuk melakukan akad nikah dulu dan resepsinya ditunda,” ujar Khofifah.

TUAN RUMAH: Gubernur Khofifah menyaksikan salah satu pasangan yang menggelar syukuran di Grahadi sebagai ganti resepsi yang ditiadakan karena dampak corona.

TUAN RUMAH: Gubernur Khofifah menyaksikan salah satu pasangan yang menggelar syukuran di Grahadi sebagai ganti resepsi yang ditiadakan karena dampak corona. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Sebelum acara syukuran, akad nikah dilakukan di Masjid Al-Akbar yang membatasi jumlah anggota keluarga yang hadir adalah maksimal 25 orang. Mantan Menteri Sosial mengatakan anjuran yang disampaikannya melalui media massa rupanya direspons dengan baik oleh masyarakat “Jadi resepsi hendaknya ditunda dulu hingga wabah COVID-19 ini selesai,” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah menambahkan bahwa kedua pasangan ini adalah salah satu contoh bagi yang akan melangsungkan pernikahan. Menurutnya saat ini masih ada acara pernikahan di gedung – gedung.  Ini menjadi contoh bahwa resepsi harus ditunda untuk menghindari wabah COVID-19.

“Kami tak henti-hentinya menyuarakan hal ini ke masyarakat untuk selalu tinggal di rumah kecuali ada hal-hal yang sangat penting. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan pasangan pengantin yang akan menikah, mereka sudah terlanjur bayar gedung, catering dan lain sebagainya namun apa daya hanya bisa melakasanakan akad nikah saja dan resepsinya ditunda,” jelasnya.

Sementara itu Irra Chorina Octora mangaku sangat berbahagia dan berterima kasih kepada Gubernur Khofifah karena sudah mengundang ke Gedung Grahadi untuk melaksanakan syukuran sederhana yang dihadiri oleh pihak keluarga dan wartawan.

“Saya rencananya akan menikah tanggal 29 Maret, namun karena ada wabah COVID-19 ini maka kita sepakat untuk dimajukan. Nah jadinya ya tanggal 25 ini,” katanya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia