alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Dampak Wabah Covid-19, Puluhan Resepsi Pernikahan Batal Digelar

26 Maret 2020, 02: 39: 23 WIB | editor : Wijayanto

DILARANG: Resepsi pernikahan seperti ini dilarang pemerintah setelah mewabahnya Covid 19.

DILARANG: Resepsi pernikahan seperti ini dilarang pemerintah setelah mewabahnya Covid 19. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

GRESIK - Seiring dengan ditetapkannya status kedaruratan Coronavirus disease (Covid-19) di Kabupaten Gresik, beberapa penyedia even maupun pesta pernikahan menghentikan sementara penyewaan maupun penyelenggaraan pesta pernikahan. 

Seperti di Graha Petrokimia, sejak 27 maret mendatang kegiatan pesta maupun even lain telah dihentikan. "Sejak 27 maret mendatang booking sudah kami hentikan, kemungkinan hingga akhir April," ujar Haris, salah satu petugas penerima booking Graha Petrokimia.

Adapun jumlah even maupun resepsi pernikahan yang ditunda tercatat 13 even. "Sesuai instruksi pemerintah, manajemen membatasi kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Oleh karena itu terpaksa kami berikan pengertian untuk menunda even maupun resepsi di tempat kami," tambah Haris.

Hal yang sama juga berlaku di Wisma Ahmad Yani. Pihak pengelola menyatakan tidak menerima pemesanan tempatnya untuk kegiatan even maupun resepsi pernikahan sejak 21 Februari lalu hingga waktu yang belum ditentukan.

Salah satu Marketing Even Wisma Ahmad, Anisa mengatakan, sejak 21 Februari telah dihentikan pemesanan karena larangan pemerintah terkait penanggulangan Covid-19. “Tujuh even yang digelar di Wisma Ahmad Yani dibatalkan,"tuturnya.

Sementara itu Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Gresik M Nadhif menghimbau masyarakat tidak melakukan resepsi pernikahan untuk yang menghadirkan ratusan orang.

"Bagi masyarakat yang hendak melangsungkan akan nikah silakan, namun kami melarang resepsi yang dihadiri lebih dari 30 orang. Bukan karena kami melarang resepsi, namun lebih sebagai bentuk pencegahan penyebaran pandemi Covid-19," pungkasnya. (qom/han)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia