alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Update Pasien Corona Jatim: Positif Covid-19 Tetap 51, ODP Jadi 2.542

25 Maret 2020, 20: 45: 24 WIB | editor : Wijayanto

APLIKASI FOVID-19: Anggota tim Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi, menunjukkan aplikasi forum untuk informasi terkait COVID-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3).

APLIKASI FOVID-19: Anggota tim Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi, menunjukkan aplikasi forum untuk informasi terkait COVID-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan tidak ada tambahan orang yang positif corona (COVID-19) di Jawa Timur, yakni tetap 51 orang. Akan tetapi untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) bertambah menjadi 2.542 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 190 orang. Hal ini disampaikan Khofifah saat konferensi pers tentang update data pasien corona di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3). 

“Hingga saat ini ada empat kabupaten dalam peta yang masih menunjukkan warna hijau, yakni hanya ODP. Yaitu Kabupaten Sumenep, Sampang, Bondowoso dan Bojonegoro. Kalau kuning agak orange itu PDP. Sedangkan warna merah itu daerah yang terjangkit,” terang Khofifah.

Selain itu, Khofifah menyampaikan jika Pemprov Jatim juga akan segera mendistribusikan 10.000 alat rapid test dari pusat ke daerah. Alat rapid test ini akan dibagikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota maupun rumah sakit.

Yakni, rumah sakit yang PDP-nya banyak dan tenaga kesehatannya kontak langsung dalam merawat akan diberi porsi lebih banyak. Kemudian. rumah sakit yang mengembangkan ruang isolasi atau orang dengan resiko (ODR)-nya banyak. Meski terbilang masih kurang, namun rapid test ini akan terus ditambah.

Khofifah juga mengatakan jika pihaknya mendapatkan informasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dari Jakarta bahwa tahun ini akan banyak pekerja yang mudik awal ke Jatim.

Jika rapid test ini masih tersedia, maka pihaknya ingin memberikan kepada pekerja migran Indonesia dan yang bekerja di Jakarta. “Ini akan menjadi catatan kami pada titik-titik mana yang baru pulang dari Jakarta, maka akan menjadi prioritas,” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan kalau Pemerintah Provinsi Jatim juga sudah me-launching Forum Obrolan COVID-19 (FOVID-19). Menurutnya, laman ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin bertanya dan mencari informasi seputar COVID-19. “Cukup dengan melakukan chatting dengan mengunjungi laman ini,” imbuhnya.

Sementara itu, dr Makhyan Jibril Al Farabi, salah satu anggota Gugus Tugas COVID-19 dari RSUD dr Soetomo mengatakan bahwa FOVID-19 bisa digunakan masyarakat untuk bertanya seputar penyakit COVID-19. Pada aplikasi ini akan ada dokter dan relawan yang siap menjawab semua pertanyaan masyarakat. “Ini bisa dilakukan secara real time maupun forum,” jelasnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia