alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Zona Merah Corona di Kabupaten Sidoarjo Meluas ke Sedati 

Total 5 Pasien Positif 

25 Maret 2020, 16: 22: 27 WIB | editor : Agung Nugroho

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Jumlah penderita pasien positif Covid-19 bertambah dua pasien lagi. Hingga, kemarin (25/3) siang total lima warga Sidoarjo positif terjangkit virus corona. 

Penambahan dua pasien ini berasal dari Kecamatan Sidoarjo dan Kecamatan Sedati. Awalnya, pasien tersebut terdata sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Dan akhirnya menjadi pasien positif. 

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, dua zona merah peta persebaran Covid-19 yang ada di Kecamatan Candi dan Kecamatan Sidoarjo karena ada warga di sana yang lebih dulu dinyatakan positif. Dengan adanya warga Sedati yang kemarin juga dinyatakan positif maka zona merah meluas ke Sedati. 

Sehingga ada tiga zona merah di Sidoarjo. Zona kuning ada di Kecamatan Sukodono, Gedangan dan Waru. Kecamatan Wonoayu dan Buduran ada di zona hijau. Hingga kemarin ada 14 PDP di Sidoarjo dan 21 Orang Dalam Pemantauan (ODP). 

Dua PDP di Kecamatan Candi, masing-masing satu PDP warga Sukodono, Sidoarjo, Gedangan, Waru dan Sedati. Tujuh PDP lainnya berasal dari luar Sidoarjo. 

Kemudian ODP ada 21 orang. Enam warga Sidoarjo, enam warga Waru, dua warga Sukodono serta masing-masing satu ODP di Wonoayu, Gedangan dan Buduran. Empat ODP tidak terdeteksi alamatnya. 

Lalu apakah dua tambahan positif itu punya riwayat kontak dengan tiga pasien positif sebelumnya? "Tidak ada kaitan," tegas Syaf. 

Tentunya dengan penambahan ini, tugas Dinkes Sidoarjo untuk melakukan tracking juga semakin meluas. Terlebih penelusuran pada orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif. 

Lebih lanjut, mereka yang masuk dalam data Covid-19 Sidoarjo, tengah mendapat pengawasan ketat dari tim medis tempat mereka dirawat. "Pasien positif di RS mana ? Itu dirahasiakan," imbuhnya. 

Syaf memastikan seluruh peralatan, tenaga medis memberikan pelayanan terbaik. Ia meminta bahwa pihak rumah sakit rujukan juga memantau kesehatan tenaga medis. "Jangan sampai kelelahan. Ada yang mulai lemah, liburkan," imbau pria kelahiran Bandung 18 Juli 1963. 

Perihal dengan penambahan RS Anwar Medika dan RS Siti Khodijah sebagai rujukan, ada penambahan delapan ruang isolasi. "Masing-masing empat ruangan," tandasnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia