alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

UMKM Jatim Ikuti Asesmen untuk Ikuti Pameran Setahun di Belgia

25 Maret 2020, 15: 26: 56 WIB | editor : Wijayanto

ILUSTRASI: UMKM kopi yang diminati di Belgia.

ILUSTRASI: UMKM kopi yang diminati di Belgia. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur terus mendorong kinerja ekspor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ke Belgia. Pasalnya, sejauh ini ekspor ke Belgia hanya dilakukan oleh perusahaan garmen dan alas kaki besar.

Sementara UMKM belum ada yang melakukan ekspor ke sana. Oleh sebab itu, sebanyak 300 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Timur mengikuti penilaian komprehensif dalam rangka program Indonesia Hub di Antwerp, Belgia. 

Ketua Komite Bilateral untuk Negara Benelux Kadin Indonesia Irwan M. Habsjah menuturkan, ada 35 UMKM dari Indonesia yang akan dibawa ke Belgia untuk melakukan pameran dari Juni 2020 hingga Juni 2021.

"Nah, di Jatim ini kami berharap ada banyak UMKM yang lulus dan ikut pameran. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan pariwisata Indonesia," terangnya di Surabaya.

Menurutnya, pameran ini berlangsung jauh lebih lama dibanding tahun lalu yang hanya empat bulan dengan jumlah peserta sekitar 22 UMKM.

Adapun beberapa produk UMKM yang dinilai sangat potensial untuk diekspor ke Belgia adalah produk fashion, kosmetik, kopi serta makanan ringan seperti keripik.

"Sebenarnya produk UMKM kita sudah bagus. Yang harus ditingkatkan adalah kuantitas dan kontinuitas produksi serta kualitasnya," katanya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Jaringan Usaha Antar Daerah Diar Kusuma Putra mendukung upaya mengangkat produk-produk UMKM Jawa Timur untuk memasuki pasar internasional.

Oleh karena itu, melalui proses kurasi yang akan menilai baik dari segi legalitas produk, kualitas, kandungan, kapasitas produksi dan kemasan produk ini dapat terseleksi kesiapan UMKM Jatim memasuki pasar Belgia.

"Tentunya juga memberikan gambaran, wawasan dan mungkin membantu menyiapkan agar produk UMKM dapat memenuhi standar pasar Eropa pada umumnya," jelasnya.

Diar menambahkan, langkah ini dianggap sangat tepat mengingat pada Januari lalu, pemerintah Indonesia juga telah menandatangani perjanjian ekonomi komprehensif dengan European Free Trade Association (EFTA) yang merupakan gabungan empat negara eropa, yaitu Swiss, Liechtenstein, Norwegia dan Islandia.

"Pemerintah berharap perjanjian dagang yang telah dibuat dapat kita manfaatkan bersama secara maksimal. Oleh karena itu kita perlu komunikasi, koordinasi yang lebih intens, saling belajar dalam rangka meningkatkan kualitas produk agar produk kita dapat menembus pasar Uni Eropa," katanya.

Kadin Jatim sangat berharap akan banyak produk-produk UMKM Jawa Timur yang bisa masuk program Indonesian Hub di Belgia kali ini. (cin)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia