alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sakit Hati Dipecat Bos, Bobol Kafe Terekam CCTV

25 Maret 2020, 13: 41: 11 WIB | editor : Wijayanto

SAKIT HATI: Tersangka M Waki hanya bisa pasrah saat dirilis di Mapolsek Wonokromo, Rabu (25/3) .

SAKIT HATI: Tersangka M Waki hanya bisa pasrah saat dirilis di Mapolsek Wonokromo, Rabu (25/3) . (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tindakan M Waki, 30, pria asal Sampang yang tinggal di Jalan Kedondong Kidul I, Surabaya cukup nekat.  Sakit hati dipecat bosnya, tersangka yang juga indekos di Jalan Girilaya III, Sawahan, Surabaya itu nekat membobol kafe. 

Kafe milik Yusuf (mantan bos tersangka Waki) di Jalan Porong, Wonokromo, Surabaya dirusak pintunya. Kemudian dua gadget berupa Ipad dan ponsel yang ada di kasir dibawa lari oleh tersangka. Sial bagi tersangka, belum bisa menikmati uang hasil curiannya lebih dulu ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo.

Kapolsek Wonokromo Kompol Cristhoper Adhikara Lebang mengatakan, terungkapnya kasus bermula dari laporan korban, Yusuf, warga Jalan Bratang Binangun V A, jika kafenya dibobol maling. Kemudian polisi meminta keterangan saksi dan olah TKP di lokasi. 

D rekaman CCTV kafe diketahui pelaku adalah Waki, mantan karyawan kafe tersebut. Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya, Senin (23/3) lalu. "Tersangka mantan karyawan korban. Saat beraksi terekam CCTV," ujarnya didampingi Kanit Reskrim Ipda Arie Pranoto, Rabu (25/3).

Modusnya, lanjut Adhikara, tersangka masuk melompat pagar. Selanjutnya, mencongkel pintu belakang kafe menggunakan gunting pemotong rumput. Setelah berhasil masuk, tersangka mengambil satu Ipad 6 dan ponsel merek Samsung.

Sementara itu, tersangka M Waki mengaku nekat membobol kafe mantan bosnya karena sakit hati. Menurut dia, saat melamar kerja, dijanjikan gaji perbulannya sekitar Rp 1, 8 juta. Namun yang didapat tersangka jauh di bawah nilai itu."Saya dibohongi, gajinya nggak sesuai. Baru satu bulan kerja saya  dipecat," ungkap bapak satu anak itu sambil menunduk pasrah.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun kurungan penjara.(rus/gun)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia