alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Pelajar Nekat Buang Bayi Hidup-hidup ke Bawah Jembatan Watutulis

Bayi kini Dirawat di Rumah Sakit

25 Maret 2020, 11: 49: 18 WIB | editor : Agung Nugroho

OLAH TKP: Polisi melakukan rekonstruksi saat RPA membuang bayi di TKP, pada Selasa (24/3).

OLAH TKP: Polisi melakukan rekonstruksi saat RPA membuang bayi di TKP, pada Selasa (24/3). (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Seorang pelajar berisial RPA, 16,  asal Kecamatan Wonoayu harus berurusan dengan polisi. Sebab dia nekat membuang bayi darah dagingnya sendiri hasil dari hubungan gelap dengan sang pacar berinisial WFS, 16.

Bayi laki-laki yang baru saja lahir itu dibuang di semak di bawah jembatan Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, pada Selasa (24/3). Atau beberapa jam setelah bayi dalam kandung WFS itu lahir sekitar pukul 09.30.

Kapolsek Prambon AKP Sumarsono menjelaskan, pelaku mengaku membuang bayi tersebut lantaran WFS takut dengan kakeknya. Sejurus kemudian, pelaku mengambil bayi tersebut kemudian dilapisi dengan kain dan dibungkus ke dalam karung. “Jejaknya diketahui warga dan diamankan kemudian melapor ke kami,” ujarnya.

TERSANGKA: RPA diamankan di Mapolsek Prambon

TERSANGKA: RPA diamankan di Mapolsek Prambon (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Mulanya, sekitar pukul 10.00, pelaku menuju ke rumah pacarnya. Melihat kondisi WFS setelah persalinan. Tak berselang lama, keduanya memutuskan untuk membuang bayi tersebut. Pasalnya, orang tua WFS sedang tidak berada di rumah. “Hal ini yang kemungkinan menjadi salah satu faktor pasangan muda-mudi melanjutkan proses persalinan dan memiliki niat membuang bayi,” jelasnya.

Setelah dilakukan olah TKP bersama pelaku, bayi mungil tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Kemudian dilarikan ke rumah sakit Mitra Sehat Mandiri untuk perawatan medis. Setelah mendapatkan kepastian kondisi bayi, pelaku dibawa ke Mapolsek Prambon untuk dimintai keterangan.

Saat ini pelaku diamankan di Mapolsek Prambon untuk dilakukan penyelidikan. Pihaknya telah mengundang keluarga dari kedua belah pihak untuk menemukan titik tengah atas masalah yang dialami kedua pelajar tersebut. “Belum dipastikan akan melalui jalur hukum atau mediasi sebagai langkah awal,” katanya. (hil/nis)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia