alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Ujian Nasional 2020 Dihapus

Kadispendik Jatim: Kita Sudah Siap Protokol Pencegahan Covid-19

25 Maret 2020, 09: 57: 25 WIB | editor : Agung Nugroho

Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi

Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 ini pun sudah sampai ke tingkat dinas. Termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim).  

Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi menyebut, edaran tersebut juga sudah sampai di lini paling bawah, yakni sekolah. "Sudah langsung, begitu ditandatangani oleh Mendikbud, langsung di WA (Whatsapp, Red) kepada kami. Dan saat itu juga kami share ke para kepala cabang dinas, ke grup kepala sekolah dan pengawas supaya diketahui dan dilaksanakan," ujarnya, Selasa (24/3). 

Sebagai pelaksana di lapangan, Dispendik Jatim tentu mengikuti arahan pusat. Apalagi pembatalan ini menyangkut keselamatan siswa didik dari pandemi virus corona. "Tugas pemerintah kan ada dua. Melindungi masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Di situasi saat ini, memang yang pertama yang lebih perlu," terangnya. 

Wahid menjelaskan, sebelum ditiadakan sebenarnya Dispendik Jatim sudah mempersiapkan proses UN siswa sesuai dengan protokol keselamatan dari Covid-19. Di antaranya adalah dengan mewajibkan seluruh sekolah untuk menyediakan kran air mengalir untuk cuci tangan dan sabun. Juga pengadaan hand sanitizer. Pemberian jarak duduk antar siswa juga dibatasi minimal satu meter, sehingga satu kelas yang normalnya diisi empat puluh siswa jadi hanya dua puluh siswa saja. 

"Jawa Timur sebenarnya sudah mempersiapkan betul untuk UN," jelasnya. 

Di Jawa Timur sendiri, siswa SMA yang akan mengikuti UN sebanyak 170.932 siswa. Dengan jumlah sebanyak ini, asalkan protokol kesehatan dijalankan dengan benar, sebenarnya tidak ada masalah. "Namun karena ini arahan dari pusat, maka kami mengikuti semua arahan," tambahnya. 

UN tahun 2020 rencananya akan menjadi UN terakhir. Sebelum Mendikbud Nadiem Makarim menghapus UN di semua jenjang di tahun 2021 nanti. Bersamaan dengan adanya Covid-19, peniadaan UN ini maju satu tahun. (ism/nur)

(sb/is/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia