alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Libur SMA/SMK Diperpanjang hingga 5 April

25 Maret 2020, 09: 31: 03 WIB | editor : Agung Nugroho

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ( Dispendik Jatim) Wahid Wahyudi

LEBIH LAMA: Liburan sekolah diperpanjang hingga 5 April karena dampak virus corona. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA-Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa tingkat SMA/SMK. Dari yang awalnya sampai tanggal 29 Maret 2020, menjadi 5 April 2020. 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ( Dispendik Jatim) Wahid Wahyudi menyampaikan, perpanjangan ini sesuai instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sebagai langkah cepat tanggap pencegahan dan penularan Covid-19 di Jawa Timur.

 "Libur siswa nanti akan kami ambil, ini masih kami rumuskan. Namun berdasarkan kebijakan terakhir, libur siswa sampai tanggal 5 April 2020. Tapi ini tentu akan kami evaluasi lagi melihat perkembangan Covid-19 ke depan," terangnya dikonfirmasi Radar Surabaya, Selasa (24/3). 

Mengenai kebijakan pembelajaran di rumah, Dispendik Jatim menyerahkan kepada pihak sekolah masing-masing. Disesuiakan dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada. Apakah dilakukan melalui penugasan ataupun pembelajaran via online. 

"Kalau bisa menggunakan teknologi informasi. Baik komputer maupun smartphone ya gunakan itu," terangnya. 

Sejauh ini, rata-rata sekolah di Jatim menerapkan pembelajaran online. Namun masih ada enam sekolah di kepulauan yang terbatas akses internet. Yakni di Kepulauan Madura, di antaranya Pulau Masalembu dan Sakala yang memang akses dari Pulau Madura sendiri berjarak 18 jam ditempuh dengan perahu.

Langkah yang diambil oleh tenaga pendidik di sana yakni dengan metode tatap muka. Guru mendatangi kediaman murid masing-masing. "Alhamdulillah guru di sana baik hati. Mau berkunjung dari rumah ke rumah untuk memberikan materi pembelajaran dan tugas," paparnya. 

Hal ini dilaporkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan di Sumenep. "Alhamdulillah pulaunya pulau kecil. Siswanya tidak banyak, sehingga gurunya bisa mendatangi dari rumah  siswa masing-masing," tukasnya. (ism/nur)

(sb/is/Nug/JPR)

 TOP