alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Kecamatan Sidoarjo dan Candi Zona Merah Virus Corona

25 Maret 2020, 09: 10: 16 WIB | editor : Agung Nugroho

DIBAGI ZONA: Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman, Sp. Pros memaparkan peta sebaran virus corona. 

DIBAGI ZONA: Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman, Sp. Pros memaparkan peta sebaran virus corona.  (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO )

Share this      

SIDOARJO-Setelah dua warga Kecamatan Sidoarjo dan satu orang dari Kecamatan Candi dinyatakan positif terpapar virus corona, Dinas Kesehatan Sidoarjo menetapkan dua kecamatan itu dalam zona merah. Sedangkan Kecamatan Waru dan Sedati masuk zona kuning Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kecamatan Wonoayu, Sukodono, Gedangan dan Buduran masuk zona hijau Orang Dalam Pemantauan (ODP). 

Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Sidoarjo merelease peta sebaran kasus OPD dan PDP virus corona atau Covid-19. Dari 18 kecamatan se-Sidoarjo, ada dua kecamatan masuk zona merah. Kecamatan Sidoarjo ada 2 orang yang positif  dan Kecamatan candi 1 orang yang positif. 

Data sampai Selasa (24/3) sore jumlah total pasien yang positif virus corona di Sidoarjo ada tiga orang, PDP ada 12 orang, ODP ada 17 orang dan data yang meninggal dunia masih nihil. Dari jumlah pasien PDP tersebut tujuh orang diantaranya ber-KTP diluar wilayah Sidoarjo. Sedangkan jumlah ODP yang alamatnya belum ditemukan ada empat orang, ditambah satu orang ber-KTP di luar wilayah Sidoarjo.

Peta sebaran virus corona yang dirilis Satgas Covid-19 Pemkab Sidoarjo diharapkan akan menjadi informasi bersama guna meningkatkan kewaspadaan untuk menekan angka persebaran virus corona di wilayah Sidoarjo.

Sejauh ini, perkembangan penanganan pasien PDP yang berjumlah 12 orang  di tiga rumah sakit rujukan, RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar dan RS Mitra Keluarga Waru berjalan baik. Pihak rumah sakit masih menunggu hasil uji lab swab tenggorokan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Syaf Satriawarman menyampaikan, kemarin pihaknya bergerak melakukan tracking terhadap pasien ODP dan PDP dan hasilnya akan disampaikan Rabu (24/3) siang. 

“Semakin hari jumlah yang ditracking semakin banyak," kata Syaf di posko Satgas Covid-19 di Pendopo Delta Wibawa. 

Syaf juga menekankan yang berhak mendiagnosis dan menentukan pasien itu PDP atau ODP adalah dokter spesialis paru, tidak bisa dokter umum mendiagnosis sehingga supaya tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Dinkes mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan. Penyemprotan disinfektan dilakukan setiap hari. 

Dilanjutkan Syaf, masyarakat bisa menggunakan disinfektan dengan mandiri karena bahan yang dipakai sudah ada di pasaran, seperti cairan pembersih lantai. 

Satgas Covid-19 Sidoarjo juga menghimbau jika ada warga yang mengalami keluhan batuk-batuk, sesak nafas dan dada sakit segera memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk.

Sidoarjo memiliki lima rumah sakit rujukan penangan covid-19 antara lain RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, RS Mitra Keluarga Waru, RS Siti Khadijah Sepanjang Taman dan RS Anwar Medika Balongbendo. (rpp/nis)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia