alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Rutan Medaeng Fasilitasi WBP Tuna Rungu dengan WhatsApp

24 Maret 2020, 15: 37: 04 WIB | editor : Agung Nugroho

TERFASILITASI: Salah satu WBP penyandang tuna rungu saat mencoba layanan kunjungan online via WhatsApp.

TERFASILITASI: Salah satu WBP penyandang tuna rungu saat mencoba layanan kunjungan online via WhatsApp. (IST)

Share this      

SIDOARJO - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) penyandang tuna rungu di Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng kini tak perlu cemas akibat penutupan sementara kunjungan ke rutan. Sebab, rutan Medaeng kini memberikan layanan khusus kepada WBP penyandang tuna rungu. 

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas 1 Surabaya, Ahmad Nuri Dhuka mengatakan, kini layanan kunjungan tatap muka ditutup sementara di rutan Medaeng. Sebagai gantinya, kini kunjungan dialihkan dengan sistem online, melalui WhatsApp. 

"Jadi bagi WBP penyandang tuna rungu, tetap masih bisa menikmati layanan online pengganti kunjungan tatap muka," katanya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (24/3).

Menurutnya, layanan online disediakan sejak rutan Medaeng mulai menutup kunjungan tatap muka, Senin (23/3) kemarin. Hal itu terkait upaya pencegahan persebaran virus corona di kawasan rutan. Bagi penyandang tuna rungu, pihaknya memberikan layanan online chatting via WhatsApp. 

"Ada beberapa komputer dan nomor yang kami sediakan, sebab bagi WBP non tuna rungu, mereka bisa video call," ujarnya. 

Di samping itu, bagi WBP penyandang tuna rungu yang hendak menggunakan layanan itu,  akan ada sejumlah petugas yang ikut serta mendampingi.

Kegiatan itu pun diawasi langsung oleh Kasi Pelayanan Tahanan bersama Kasubsi Bantuan Hukum dan Penyuluhan. 

"Hari ini, kami buka layanan selama  tiga jam, terhitung sejak pukul 08.30 hingga 11.30 siang, dan ada sekitar 30 WBP yang memanfaatkan layanan itu," tambah Dhuka. 

Kendati layanan kunjungan dialihkan ke dalam sistem online, namun keluarga WBP tetap diperbolehkan untuk menitipkan barang kepada petugas. Sehingga WBP masih dapat menerima jatah barang walau tak bisa bertatap muka secara langsung. "Karena itu bagian dari prosedur untuk mencegah persebaran virus corona disini," jelasnya. (far/nis)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia