alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Surabaya Pakai Drone Semprot Disinfektan ke Perkampungan

24 Maret 2020, 09: 03: 33 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI VIRUS: Drone yang mengangkut cairan disinfektan beraksi di Balai Kota Surabaya.

ANTISIPASI VIRUS: Drone yang mengangkut cairan disinfektan beraksi di Balai Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penggunaan pesawat tanpa awak atau drone dinilai sangat efektif oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menyemprotkan disinfektan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di kampung-kampung atau di jalanan Surabaya.

Tindakan penyemprotan disinfektan menggunakan drone itu dilakukan pada Senin (23/3) di kawasan perkampungan Kebangsreng, Gentengkali.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa penyemrotan menggunakan drone lebih masif hingga ke penjuru gang.

BESAR: Petugas mempersiapkan drone besar untuk penyemprotan disinfektan di kawasan Jalan Embong Malang, Surabaya.

BESAR: Petugas mempersiapkan drone besar untuk penyemprotan disinfektan di kawasan Jalan Embong Malang, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Sehingga masyarakat mendapatkan perlindungan karena alat semprot tersebut bisa masuk sampai di dalam rumah.

"Cara ini sangat efektif untuk menekan lebih banyak corban Covid-19. Kita kerahkan secepatnya dengan cara apapun,"  katanya.

Risma mengungkapkan penggunaan drone selain dinilai efektif juga untuk mengejar waktu dalam mengantisipasi virus corona tersebut. Selain itu dalam penyemprotan pada siang tersebut, Pemkot juga mengerahkan tim Walang Kadung dari Dinas Pemadam Kebakaran.

CANGGIH: Penyemprotan disenfektan dengan drone di salah satu perkampungan.

CANGGIH: Penyemprotan disenfektan dengan drone di salah satu perkampungan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

"Semua kita kerahkan dan optimalkan karena kami dikejar waktu," ungkapnya. Di tengah situasi yang sangat memprihatinkan dengan bertambahnya pasien positif virus Covid-19 di Surabaya, Risma menegaskan bahwa akan menambah permakanan di setiap lingkungan.

“Nanti kita siapkan permakanan tambahan. Barangkali ada warga tidak bisa berjualan atau bekerja karena wabah ini,” tegasnya.

Pihaknya memastikan semua upaya ini, akan terus dilakukan untuk menjaga dan melindung warga Surabaya sampai situasi dinyatakan kembali kondusif oleh pemerintah pusat. “Bukan saya yang menetukan tapi pemerintah pusat. Karena itu penilaian memang dilakukan oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran NPC Lab M. Teguh Alimudin mengatakan drone yang digunakan untuk menyemprotkan disinfektan kali ini memiliki enam baling-baling atau hexacopter dengan berat 50 kilogram. Drone ini dapat menampung kapasitas air sebanyak 20 liter. 

“Kali ini kita isi disinfektan sesuai batas maksimal yaitu 20 liter, dan ini lebih bisa menjangkau ke mana-mana,” ujarnya. (rmt/rud)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP