alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Dipalak Mertua Matre sejak Zaman Pacaran

24 Maret 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit Corona dan mertua yang matre. Aamiin. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Punya mertua cerewet saja sudah celaka. Apalagi kalau dia suka mintain uang, tambah gawat. Nasib malang ini terjadi pada Karin, 28. Parahnya, dia dipalak sedari dini, sejak masa-masa pacaran dengan Donwori, 28. 

Sebut saja mertua Karin ini namanya Mira. Kata Karin, masih dalam proses PDKT saja, Mira sudah minta banyak. Minta dibelikan oleh-oleh setiap kali Karin ke luar kota. Minta dibelikan jajan kalau ketahuan Donwori dan Karin sedang ngemal.

Bahkan, Karin pulang kampung yang notabene cuma di Gresik raya, Mira  juga minta dibawakan sesuatu. "Saya terpaksa bawakan, karena kalau tidak, sudah dihina-hina di facebook," curhat Karin, pasrah, di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu. 

Mertua Karin ini, juga tidak segan meminta uang. Misalkan kalau lagi gajian atau sedang dapat bonusan. Ya beruntung, Donwori bucin sama dia. Sehingga, setiap mamaknya malakin Karin, dia selalu minta Donwori untuk mengganti. Untung, hingga saat ini, Donwori tak tahu.

"Dulu pernah sekali, saat masih pacaran, sepupunya resepsi. Karena saya belum ada ikatan ya mau memberi amplop saja. Tapi, sama mama mertua malah dimintai uang 4 juta. Katanya untuk bantu urunan," ujarnya mengenang masa pahit. 

Karena kepelitan yang sudah terpampang nyata sejak awal, Karin sebenarnya maju mundur mau menerima pinangan Donwori. Hanya saja Donwori memaksa. Dia bahkan sempat jatuh sakit juga gara-gara diputus.

Kala itu, mertuanya sempat memohon-mohon agar Karin mau menerima anaknya. Sejak saat itu, sikapnya berubah jadi peri. Yang awalnya setiap yang Karin lakukan salah, dikomentari, dicaci maki di sosmed, Mira menjadi lebih tenang dan suka memuji. Pokoknya sudah tidak ngrusuhi lagi  

Namun Karin merasa terjebak. Karena rupanya, setelah menikah, sikap Mira kembali ke sedia kala. Bahkan makin menjadi-jadi. Segala yang dilakukan Karin selalu salah di matanya. 

Karin tidak bekerja, dianggap eksploitasi suami. Bahkan menebar fitnah dengan mengatakan Donwori tidak pernah peduli lagi ke Mira, tak pernah njatah lagi, karena dihasut Karin. 

Giliran Karin bekerja, dia difitnah lagi. Katanya kerja cuma dijadikan alasan untuk bisa bebas berkeliaran dan menggaet pacar baru. Fitnahnya saat versi Karin bekerja juga lain lagi redaksinya. Ia difitnah semenjak kerja meremehkan suami, menelantarkan anak dan segala macam tuduhan sadis ala mertua.

Karin makin risih karena anaknya, yang notabene cucu sendiri, juga jadi bahan bulian. Dikatai mbambung, kepalanya kegedean, hitam, badannya kuntetlah serta komentar-komentar unfaefah lain. Hanya karena tidak suka dengan Karin. 

Karena segala sikap dan perlakuan mertua ini, Karin tak banyak pertimbangan mau menceraikan Donwori. Apalagi, semakin hari, Donwori makin kurang greget cari rezeki buat anak istri. Ya bhay.... (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia