alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Jumlah Kecelakaan Menurun, Kawasan Taman Jadi Jalur Tengkorak

23 Maret 2020, 14: 59: 04 WIB | editor : Agung Nugroho

RAWAN: Kecelakaan pikap menabrak pagar usai ditabrak truk trailer di kawasan Taman.

RAWAN: Kecelakaan pikap menabrak pagar usai ditabrak truk trailer di kawasan Taman. (IST)

Share this      

SIDOARJO-Angka kecelakaan pada minggu kedua di Sidoarjo mengalami penurunan. Sejak 13-19 Maret, jumlah kasus kecelakaan sebanyak 41 kejadian. Jumlahnya menurun dibandingkan pekan pertama sebanyak 43 angka kecelakaan.

Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono menjelaskan, jumlah kecelakaan dengan korban meninggal dunia alami penurunan. Sementara itu, fatalitas laka luka berat naik. “Korban luka ringan pun alami kenaikan 20,45 persen,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Minggu (22/3).

Kecamatan Taman menempati posisi pertama dengan enam kasus kecelakaan. Kemudian disusul, Kecamatan Sidoarjo, Prambon, Buduran, dan Porong. Masing-masing tercatat empat kasus kecelakaan dalam sepekan. “Jalan Raya Buduran tepat di depan Bulog Buduran menjadi lokasi rawan kecelakaan dengan tiga kali kejadian,” tegasnya.

Catatan tertinggi kecelakaan dialami pengendara dalam usia 16-30 tahun. Sementara itu, penyebab kecelakaan disebabkan oleh cara berkendara yang kurang tepat. Di antaranya, cara berbelok atau balik arah 12 kasus, tata cara mendahului delapan kasus dan abaikan jalur. “Total kerugian materil dari angka kecelakaan alami penurunan menjadi Rp 10,2 juta,” jelasnya.

Pihaknya berupaya untuk menekan angka kecelakaan. Rekayasa lalu lintas dan sosialiasi di tempat rawan kecelakaan akan terus dilakukan. Sosialisasi ke sekolah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat juga akan diperbanyak. “Lakukan penindakan terhadap pelajar yang belum miliki SIM juga jadi prioritas,” pungkasnya. (hil/vga)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP