alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Aksi Teater Kaki Langit

Usung Absurditas di Dalam Kota, Ajak Refleksi Diri

20 Maret 2020, 18: 41: 21 WIB | editor : Wijayanto

Usung Absurditas di Dalam Kota, Ajak Refleksi Diri

SURABAYA  - Teater Kali Langit menampilkan pementasan hasil nyantrik perdananya. Nyantrik merupakan residensi atau pengiriman anggota selama beberapa waktu tertentu di komunitas seni lain, khususnya teater. Ketika nyantrik, para aktor dari Kaki Langit mendapatkan pelatihan metode milik Anwari.

Pelatihan yang bertujuan untuk memantapkan atau membentuk tubuh aktor sebelum masuk ke garapan pertunjukan melalui gerakan khusus ini menampilkan pementasan bertajuk Absurditas di Dalam Kota.

Sutradara Pementasa Absurditas di Dalam Kota Anwari menuturkan, absurditas di dalam kota menceritakan tentang kekonyolan yang ada di dalam masyarakat. Sekaligus perilaku masyarakat yang kerap mengurusi kepentingan orang lain. "Pementasan ini mencoba mengajak penonton untuk merefleksikan diri, bahwa mengurus diri sendiri itu lebih penting dari orang lain," terangnya.

Anwari mencontohkan, ketika masyarakat ramai kampanye tentang korupsi. "Padahal, kita nggak tahu kalau sebenarnya juga melakukan korupsi meski bukan uang," ujarnya.

Untuk naskah, Anwari tidak menggunakan naskah tertulis karya orang lain. Sehingga, selama kegiatan nyantrik berlangsung, ia berusaha mendalami karakter atau kepribadian para aktor untuk merajut plot dan alur pementasan.

"Karena kebanyakan aktor berasal dari luar Kota Surabaya. Nah, sudut pandang mereka yang berbeda terhadap fenomena-fenomena di Surabaya itulah yang kemudian dijadikan sebagai judul pementasan," imbuhnya.

Menurutnya, sebagai orang dari luar Surabaya yang hidup dan tinggal di Surabaya, para aktor tersebut juga dianggap sebagai bagian dari absurditas. "Daripada memaksakan naskah paten yang sudah jadi, saya lebih memilih para aktor untuk memanfaatkan potensi mereka masing-masing," katanya.

Jadi, latar berlakang sosial dan budaya dari setiap aktor akan menentukan bagaimana pola gerak dan tokoh apa yang akan mereka mainkan saat pertunjukan. Berdasar hal tersebut, penyikapan aktor atas fenomena di Surabaya merupakan bahan utama yang dirajut oleh sutradara menjadi plot dan judul pementasan. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia