alexametrics
Senin, 25 May 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kejar Passive Income, Kalangan Muda Tertarik Investasi Properti

20 Maret 2020, 18: 25: 40 WIB | editor : Wijayanto

POTENSIAL: Direktur CitiNine Group Stafenus Budihardja (kanan) dan Marketing Manager CitiNine Group Julia Wira Jani menjelaskan rencana pengembangan perumahan dan komersial CitiNine Group.

POTENSIAL: Direktur CitiNine Group Stafenus Budihardja (kanan) dan Marketing Manager CitiNine Group Julia Wira Jani menjelaskan rencana pengembangan perumahan dan komersial CitiNine Group. (AFIQ FIRDAUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Profesional dan pengusaha muda yang terus tumbuh di Surabaya dan sekitarnya menjadi market potensial bagi developer. Mereka membeli properti selain untuk dihuni sendiri, namun tidak sedikit juga yang dipakai untuk investasi.

Menurut Direktur CitiNine Group Stefanus Budihardja, sekarang banyak anak muda yang tertarik berinvestasi di properti. Selain berharap mendapatkan capital gain yang lumayan besar, juga mereka bisa mendapatkan passive income kalau disewakan.

“Sebagian besar pembeli properti dari kalangan profesional dan pengusaha. Ada yang ditempati sendiri, namun ada juga yang sengaja investasi untuk mendapatkan passive income,” ujar Stefanus.

Sebab itu, lanjutnya, dia terus mengembangkan proyek dengan membidik market dari kalangan muda baik itu residential maupun komersial. Dia mengaku, selama ini cukup bagus responsnya.

Bahkan proyek hunian dan komersial dekat bandara Juanda sold out dalam waktu singkat. “Sekarang sudah banyak yang dipakai untuk kegiatan bisnis. Bahkan banyak yang pakai untuk kos-kosan dengan menggandeng OYO. Okupansinya cukup tinggi,” tambahnya.

Marketing Manager CitiNine Group Julia Wira Jani menambahkan, kini pihaknya terus melakukan ekspansi ke luar Surabaya. Pihaknya kembali membangun hunian dan komersial di kawasan Pandaan. Lahannya yang dikembangkan seluas delapan hektare. “Baru 2 – 3 hektare yang kami develop. Sebanyak 100 rumah sudah habis, tinggal beberapa unit saja. Sekarang kami kembangkan komersial 50 unit,” kata Julia.

Dia yakin, rukos (rumah dan kos-kosan) akan mendapat respons bagus. Sebanyak 50 unit, dengan harga tipe paling kecil Rp 600 juta, diharapkan segera sold out. Pasalnya, daerah di sekitarnya dikelilingi banyak pabrik dengan total karyawan sekitar 200 ribu orang.

Selain itu, juga banyak ekspatriat yang bekerja di sana, sehingga akan lebih efektif kalau mereka juga tinggal di daerah yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Selain itu, juga banyak traveler yang sering melakukan perjalan kesana.

“Banyak industri dan tempat wisata di sana. Sehingga potensi mendapatkan passive income cukup besar. Customer kami yang melakukan repeat buying cukup banyak, terutama dari Surabaya,” kata Julia. (fix/nur)   

 

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP