alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Tak Sayang Istri, Dilempar Hape sampai Pingsan

20 Maret 2020, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Tinggalkan girls, tinggalkan suami kalau sudah tega-teganya main tangan. Kalian boleh sayang dengan pernikahan, tapi lebih sayanglah pada nyawa kalian.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

CONTOHLAH Karin, 25. Dia berani mengambil keputusan tegas. Dengan menggugat cerai Donwori, 33. Meski saat itu usia anaknya masih tiga bulan. Mau bagaimana lagi, punya suami bukannya melindungi, malah mengancam nyawa anak istri.

Karin mengatakan, Donwori adalah tukang KDRT. Jika pukulan bisa membekas seumur hidup, mungkin saat ini sudah tidak ada bagian tubuh Karin yang bersih. Semua memar dan menghitam. Ulah dari hantaman dan pukulan Donwori.

Dari sekian penyiksaan Karin, ada dua siksaan Donwori yang membuatnya dendam sampai sekarang. Pertama adalah insiden lempar hape yang terjadi sebelum Karin punya anak. Ceritanya, saat itu Karin sedang asyik streaming drama Korea di handphonenya.

Saking khusyuknya, dia tidak mendengar bahwa Donwori telah memanggilnya berkali-kali. Lalu entah seperti apa kronologinya, tahu-tahu sebuah handphone mendarat keras mengenai kepalanya. Belum sempat mencerna apa yang terjadi, Karin sudah pingsan duluan.

Bangun-bangun, Karin masih berada di tempat yang sama. Bedanya, ia sudah di tengah kegelapan. Oh, dia pingsan cukup lama. "Seingatku, kejadiannya jam 3 sorean, aku pingsan sampai jam tujuh malam," ceritanya di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya pekan lalu.

Tak ada Donwori, saat itu. Dia hilang ditelan keheningan malam setelah hampir membunuh istrinya. Malam itu, yang Karin temukan hanya pesan voice WA suaminya berisi hardikan dan hinaan. Setelah itu, Karin menangis semalaman.

Selama menikah dengan Donwori, perlakuan-perlakuan kasar yang dia terima berusaha dia redam. Namun Karin sudah tidak bisa tinggal diam manakala Donwori berusaha menyakiti anaknya. Ya anaknya sendiri.

Ceritanya, usia anak Karin masih dua bulanan. Di tengah malam, anak ini rewel. Karin yang saat itu kelelahan meminta Donwori untuk mengambilkan air hangat untuk membuat susu formula. Namun Donwori bergeming, dia pura-pura tuli. Padahal Karin paham betul kalau Donwori ini peka sekali dengan suara.

Walhasil, di tengah kelelahan seharian mengurus anak, Karin mengumpulkan niatnya untuk bangun. Dia buat susu, lalu dia suapkan ke anaknya. Namun mungkin karena Karin kurang gercep ya, si bayi ini kadung kesal. Walhasil diberi dot pun tetap rewel.

Lalu dengan tiba-tiba tanpa aba-aba, Donwori yang kesal keberisikan datang menghampiri, bukan membantu menenangkan, dia mencoba memukuli wajah Karin. Tanpa peduli ada anak bayi ada di pangkuannya. "Pikiranku saat itu cuma satu. Yaopo carane anakku gak kesampluk ayahe dewe," lanjutnya.

Saat itu Karin panik. Donwori makin membabi buta. Dia terus memukuli  sampai akhirnya Karin menangis minta ampun. Dan menawarkan diri tidur di ruang televisi. Dan Donwori setuju. Dia kembali tidur seperri tak ada dosa, sementara Karin keluar kamar.

Setelah kejadian itu, Karin tak bisa kembali tidur. Matanya melek semelek-meleknya. Dan ketika Donwori terlelap, dia kemasi barang-barangnya. Dia pulang ke rumah orang tua. Sejak saat itu, berakhirlah hubungan rumah tangganya. "Saya kabur ya gak disusul, gak dicariin. Ya gak berharap juga saya disusul sih," ungkapnya.

Setelah berbulan-bulan kemudian, Karin meminta akta nikah di rumah Donwori dikirim ke rumahnya. Untuk modal cerai. Tapi dasar Donwori kurang ajar, dia menolak permintaan Karin. Dan malah menentang Karin untuk datang sendiri ke rumah. "Aku gak bodoh ya, bisa-bisa aku dihajar sampai mati kalau ketemu lagi," kanjutnya.

Walhasil, Karin maju ke pengadilan tanpa senjata perang. Dia bondo nekat. Bagaimana dengan Donwori? Dia masih anteng-anteng saja. Bahkan dia menyebarkan rumor kalau Karin pergi, gara-gara diisolasi orang tuanya. Yang sejak awal tak suka dengan Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia