alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Sulap Kain Perca Jadi Bunga yang Indah dan Ramah Lingkungan

19 Maret 2020, 18: 31: 41 WIB | editor : Wijayanto

RECYCLE: Fashion Educationist Aryani Widagdo (kiri) memberikan pengarahan kepada seorang peserta dalam workshop membuat bunga call lily dari kain perca.

RECYCLE: Fashion Educationist Aryani Widagdo (kiri) memberikan pengarahan kepada seorang peserta dalam workshop membuat bunga call lily dari kain perca. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jika kreatif, limbah kain dapat disulap menjadi bunga hias yang indah. Namun, bunga satu ini juga ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah kain. Seperti yang dilakukan Fashion Educationist Aryani Widagdo.

Ia membuat kreasi bunga hias yang memadupadankan kelopak, putik, daun dengan warna dan motif beragam yang membuat tampilannya semakin menarik. Aryani memanfaatkan kain perca menjadi bunga calla lily. "Biasanya, bunganya berwarna putih atau merah," terangnya.

Dalam membuatnya, setidaknya Aryani membutuhkan tiga ragam kain perca, pertama untuk kelopak, kedua untuk putik, dan ketiga untuk daun. Material kain yang digunakan pun tak dibatasi. Kain perca apapun bisa. Jika ingin memilih tema batik misalnya, juga bagus. "Tidak masalah, tergantung kreativitas masing-masing. Misalnya ingin warnanya sogan semua, boleh-boleh saja," katanya.

Namun demikian, Aryani selalu memakai material serat alam karena lebih ramah lingkungan. Kali ini ia memanfaatkan sisa katun print batik Bali. Selain kain perca, ada beberapa bahan penunjang lainnya seperti sedotan untuk kerangka tangkai bunga, bisban untuk membungkus tangkai bunga, dan dakron sebagai isi putik. "Cara membuatnya sederhana sekali. Dibandingkan dengan bentuk mawar yang berkelopak banyak, calla lily lebih sederhana," tegasnya.

Setelah semua bahan siap lalu dibuat polanya terlebih dahulu. Mulai dari bunga, daun, sampai putik. Masing-masing diberi kampuh 1 sentimeter. "Kemudian baru potong kain perca dan interfacing. Lalu rekatkan. Tandai garis pada kain yang sudah diberi interfacing menggunakan rader jahit atau karbon," urainya.

Setelah itu, jahit pada bagian yang kurang rapi. Beri jarak 2,5 sentimeter yang kemudian dijahit tangan menggunakan tusuk selip atau tusuk sembunyi untuk menutupnya. Tinggal setrika sampai rapi. Sedangkan pada bagian putik, kain terlebih dahulu dilipat menjadi dua memanjang. Jahit salah satu bagian sisi yang melebar kemudian dikerut dan matikan jahitan.

"Barulah diisi dakron. Sementara untuk tangkai, siapkan bisban dulu lalu lipat menjadi dua secara memanjang, jahit sisinya. Balik bisban sampai membentuk selongsong, kemudian masukkan sedotan lalu kawat," jelasnya.

Jika sudah, masing-masing bagian disatukan dengan cara dijahit tangan. Untuk pemula, setidaknya membutuhkan satu jam untuk merampungkan satu tangkai bunga. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia