alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Terdampak Corona, Kunjungan ke Mal di Surabaya Turun 30 Persen

19 Maret 2020, 01: 11: 49 WIB | editor : Wijayanto

SEPI: Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya. APPBI mencatat penurunan pengunjung sejak minggu lalu.

SEPI: Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya. APPBI mencatat penurunan pengunjung sejak minggu lalu. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat adanya penurunan kunjungan mal di Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini terjadi sebagai dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19 yang sudah sampai di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya mencatat terjadi penurunan hingga 30 persen.

Terbukti dari jumlah kunjungan di sejumlah mal di Surabaya, seperti Pakuwon Mall yang biasanya pada saat akhir pekan rerata mencapai di atas 14.000 mobil parkir. Namun, saat weekend kemarin hanya mencatat sebanyak 11.000 mobil.

"Begitu juga Tunjungan Plaza, yang biasanya jumlah kunjungan bisa 12.000 mobil, kemarin hanya 9.500 mobil. Artinya memang cukup terdampak dengan penurunan paling banyak 30 persen," terangnya.

Namun demikian, menurutnya, kondisi kunjungan mal di Surabaya tidak separah di Jakarta yang tingkat kunjungan konsumennya sudah dalam taraf mengkhawatirkan. "Di Jakarta sudah cukup mengkhawatirkan karena kelangsungan ekonomi itu di atas 50 persen. Tenant akan menderita karena terjadi penurunan omzet," katanya.

Di sisi lain, Sutandi mengakui kondisi Kota Surabaya pun sedang dalam waspada. Bahkan pengelola mal menerapkan sistem libur bagi yang sedang sakit flu dan lainnya. "Di kantor kami yang hanya kena flu memang harus di rumah, tidak boleh bekerja. Kita semua harus disiplin dan berusaha untuk mencegah penyebaran," katanya.

Sutandi menjelaskan, pengelola mal sendiri juga telah melakukan social distancing dengan mengatur jarak antar setiap orang di dalam lift yang tidak boleh lebih dari 6 orang, mengatur jarak tempat duduk di area food court, termasuk melakukan disinfecting atau membersihkan setiap bagian-bagian di dalam mal dengan cairan disinfektan.

Seperti membersihkan tombol lift, handrails eskalator, kaca-kaca void, serta berencana menyiapkan peralatan imaging infrared untuk mendeteksi suhu tubuh pengujung yang datang.

"Semoga ini bisa diikuti oleh pengelola mal lain dan juga mereka yang datang ke mal bisa disiplin, saling jaga jarak, dan sering cuci tangan. Kita tidak boleh panik karena virus itu nyebarnya dari nempel di suatu tempat, lalu kalau kita menyentuh wajah atau hidung. Habitat virusnya ada di saluran pernapasan," imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP