alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Yang Menghamili Siapa, Yang Menderita Siapa

19 Maret 2020, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin hampir berkaca-kaca mengingat masa-masa bersama Donwori. Dia baru sadar, sepertinya tidak ada kenangan bahagia yang pernah diukir bersama suaminya. Malah pengalamannya selama hamil selalu membuatnya trauma hingga kini. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Setelah diingat-ingat, masa hamil perempuan 28 tahun itu adalah saat paling soro dalam hidupnya. Betapa tidak, keadaan hamil saja sudah membuat perempuan serba gak enak ya. Badan gak enak, emosi naik turun. Tapi Karin terpaksa mengabaikan semua keluhan bawaan orang hamil itu, karena Donwori rewelnya ngalah-ngalahi orang hamil lima bulan. 

Ya betapa tidak, Donwori, 30, ini banyak sekali maunya. Saat Karin sedang ogah-ogahnya makan, Donwori bukannya cari variasi menu agar istrinya doyan makan. Sebaliknya, dia malah memerintah Karin membelikan ini itu. "Pernah pengen mangan nasi padang. Ngongkon bojoe. Gak kepikiran kate budal dewe ta piye ngunu," ujar Karin di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, minggu lalu. 

Kadang, dia juga tega meminta Karin menunggu di teras yang penuh nyamuk dan sumuk, hanya karena Donwori pengen makan tahu bulat. Urusan tahu bulat digoreng lima ratusan saja, dia korbankan istrinya. Sementara dia tidur, alasannya capek kerja.

"Dulu, pikirku, suamiku ini sedang ngidam, ngganteni saya. Lha kok tuman, keterusan. Ini sih bukan ngidam. Ancene kebo, males ae lapo-lapo," sambungnya, kesal. 

Itu hanya rewel yang merepotkan. Selain itu, ada saja ulah Donwori untuk menyakiti Karin. Pernah, suatu hari, Karin sedang keluar rumah sendiri. Waktu itu pakai motor. Eh ndilalah, di jalan motornya mogok. Otomatis Karin telepon suami, mengirim sinyal minta bantuan. 

Apa jawabannya? Katanya, Donwori sedang sibuk. Dia meminta Karin mandiri. Alias mendorong motor sampai menemukan bengkel sendiri. Dia bahkan sempat menghardik dengan mengatakan, "Mentang-mentang meteng ojok aleman." 

Hasyeeem, pikir Karin. Seketika itu tangis Karin tak terbendung. Dia ngenes diperistri Donwori. Padahal saat itu, motor Karin mogok di perumahan. Yang sepi orang dan jauh dari tukang bengkel maupun handai taulan. Padahal, Karin yakin haqul yakin, Donwori sebenarnya juga bisa izin sebentar dari kerjanya kalau mau repot sedikit, demi istri. 

Bukan itu saja pembaca setia. Donwori juga tipikal orang yang sayang uang alias pelit. Mau Karin jatuh kepleset berapa kali pun, Donwori gak gupuh memeriksakan keadaan kandungan. Bahkan bisa-bisanya dia mengatakan kalau anak yang di kandungan Karin akan baik-baik saja. Setrong, sesetrong ibuknya. Sampai sini, Karin heran, sebenarnya anak yang di kandungannya ini anak Donwori atau bukan. 

Setelah puluhan purnama, liter demi liter air mata, akhirnya anaknya lahir juga. Namun sampai di usia enam bulan, Karin sudah tidak tahan untuk hidup bersama Donwori. Punya anak, kebutuhan makin banyak, Donwori tambah suka keluyuran. Ikut geng-gengan touring. Bahkan sok kaya dengan mentraktir semua teman satu kelompoknya. Mirisnya, pakai uang gajian sebulan. Tuhan ampunilah.... 

Semenjak itulah, keraguannya untuk melayangkan gugatan cerai makin mantab. "Amit-amiiit suami saya yang ini memang. Doaku satu, semoga nanti dapat yang kebalikannya. Pengertian dan sayang ke istri," pungkas Karin. Oh…, sudah mentargerkan mau menikah lagi Mbak Karin? Atau jangan-jangan sudah ada yang diincar? (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia