alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Gresik
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Dianggap Sembunyikan Data Tanah, Kades Wedoro Anom Digugat Warga

17 Maret 2020, 18: 44: 04 WIB | editor : Wijayanto

SIAP GUGAT: Kartika Yuliati, 40 menunjukkan berkas gugatannya ke Komisi Informasi Jatim.

SIAP GUGAT: Kartika Yuliati, 40 menunjukkan berkas gugatannya ke Komisi Informasi Jatim. (ABDUL QOMAR/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kepala Desa (Kades) Wedoro Anom, Masud, digugat ke Komisi Iinformasi (KI) Jawa Timur oleh warganya. Hal itu karena pemerintah desa (pemdes) tidak memberikan informasi riwayat tanah dan berita acara hibah tanah.

Salah satu warga, Kartika Yuliati, 40, mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat permohonan informasi riwayat tanah sejak 20 November 2019, namun tidak ada tanggapan dalam 10 hari kerja.

Lalu setelah 30 hari kerja, Kartika mengajukan surat permohonan informasi kedua pada 14 Januari 2020, namun dalam 30 hari kerja setelah surat kedua dikirim tetap tidak direspon Kades Masud. “Saya telah menempuh prosedur permohonan informasi sesuai Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, namun dari pihak pemerintah desa tidak menghiraukan surat permohonan saya,” terangnya.

Dikatakan, alasan penolakan pemerintah desa atas informasi itu karena menyangkut masalah keluarga. Pasalnya, riwayat tanah yang dulu milik orang tuanya dan berita acara hibah tanah sudah bersertifikat. “Tidak benar jika dokumen informasi yang saya minta dianggap urusan keluarga. Kades beralasan karena masalah internal keluarga, maka data tidak diberikan,” ujarnya. Rencananya, pengajuan gugatan sengketa akan sidang kali pertama pada Senin, 16 Maret, di Surabaya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Kades Mas’ud belum mau menanggapi persoalan tersebut. Bahkan, nomor teleponnya tidak bisa dihubungi lagi. (qom/han)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP