alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Cegah Persebaran Virus Corona

Surabaya Tak Akan Lockdown, tapi Ikuti Protokol Kesehatan Ini

17 Maret 2020, 14: 06: 55 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Wali Kota Tri Rismaharini ketika memimpin rakor penanganan virus corona di Graha Sawunggaling Balai Kota Surabaya.

ANTISIPASI: Wali Kota Tri Rismaharini ketika memimpin rakor penanganan virus corona di Graha Sawunggaling Balai Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Virus corona (Covid-19) saat ini menjadi perhatian banyak orang. Hal ini membuat Pemkot Surabaya mewaspadai merebaknya virus tersebut dengan melindungi warganya.

Senin (16/3), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai stakeholder untuk mencegah penularan virus Covid-19 di Graha Sawunggaling. Seluruh peserta rapat menggunakan masker dan sebelum masuk ke ruangan dicek dulu suhu tubuhnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Risma mengatakan bahwa Surabaya tidak akan melakukan lockdown atau mengisolasi warganya. Alasannya, hal itu hanya akan memperparah kondisi perekonomian. 

“Saya selalu sampaikan bahwa Surabaya tidak akan lockdown. Karena kalau lockdown, ekonominya bisa kolaps dan itu bisa lebih berat. Apalagi tidak semua orang pendapatannya dihitung per bulan, ada yang harian. Makanya saya sampai melakukan rapat koordinasi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Risma meminta kepada semua stakeholder untuk membuat protokol pencegahan di tempat masing-masing. Misalnya dengan membiasakan cuci tangan, penyediaan thermo scan dan hand sanitizer di tempat-tempat umum, dan penggulungan karpet di masjid atau musala. “Jadi, mari kita buat protokol yang sesuai dengan kondisi dan keadaannya masing-masing, silakan disesuaikan,” katanya.

Risma lantas mencontohkan di hotel-hotel dan mal diharapkan sudah menyediakan thermo scan dan hand sanitizer. Di samping itu, ia juga mencontohkan protokol yang bisa diberlakukan bagi karyawan yang kondisinya sakit demam, panas dan ada gejala Covid-19, diharapkan dengan kesadaran diri langsung istirahat di rumah supaya tidak menyebarkan virus atau malah terkena virus.

Saat ini, pemkot juga akan membagikan hand sanitizer kepada beberapa instansi dan perkantoran. “Kami juga akan terus melakukan disinfektan ke beberapa tempat. Ini sudah bergerak mulai dari Balai Kota,” imbuhnya.

Risma pun meminta warga Kota Surabaya untuk mematuhi protokol yang telah dibuat di setiap instansi atau perkantoran mereka masing-masing. Sebab, hal ini akan sangat membantu dalam mencegah penularan virus.

“Sebenarnya memang disarankan untuk tidak mengadakan pertemuan, tapi saya harus lakukan ini supaya mereka membuat protokol di sekitar mereka masing-masing sehingga diharapkan pencegahannya bisa lebih efektif,” terangnya.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi langsung ke tempat-tempat ibadah agar para pengurusnya rutin menjaga kebersihan tempat ibadah, terutama membersihkan karpet atau lantai untuk beribadah. “Camat dan lurah sudah turun semuanya untuk sosialisasi agar karpet digulung,” katanya.

Di samping menyebarkan surat edaran ke seluruh pengurus masjid dan musala, pemkot juga telah menyiapkan website atau situs khusus. Dalam situs tersebut, berisi informasi atau petunjuk cara mengantisipasi dan melawan persebaran Covid-19.

Melalui situs yang diberi nama Lawan COVID-19 ini, masyarakat diharapkan mengetahui bagaimana langkah-langkah dalam mencegah dan mengantisipasi persebaran virus corona sedini mungkin.

Ketua Tim Penere (penyakit infeksi emerging dan re-emerging) RSUD Dr Soetomo, Dr Sudarsono, yang memberikan materi pada rapat koordinasi itu menjelaskan bahwa berbagai langkah yang telah dilakukan Pemkot Surabaya sudah sangat bagus untuk mencegah penularan Covid-19.

Menurut dia, gerakan-gerakan semacam ini sudah strategis yang menghadirkan semua stakeholder, sehingga mudah-mudahan diterapkan dengan baik dan dapat mencegah penularan Covid-19 di Kota Surabaya.

“Ini gerakan yang bagus dan strategis. Kalau nanti sudah terbentuk protokolnya, maka warga harus bisa mengikuti protokol ini. Gerakan semacam ini dan upaya hidup sehat itu harus dilakukan mulai dari jajaran yang paling tinggi hingga masyarakatnya. Sehingga diharapkan kita bisa seperti China yang berhasil menekan penularan Covid-19,” paparnya. (rmt)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia