alexametrics
Senin, 25 May 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Pilih Menjanda daripada Jadi Korban KDRT dan Nyawa Terancam

13 Maret 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Janda korban KDRT rata-rata punya jawaban yang serupa saat ditanya alasannya bercerai. Mereka selalu bilang, karena kalau tidak cerai, bisa-bisa nyawanya habis di tangan suami.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

KARIN, 34, pun demikian. Dia melepaskan ikatan pernikahan yang telah berjalan hampir 10 tahun, lantaran tak kuat lagi di-KDRT Donwori, 38.

Karin sendiri tak menceritakan detil permasalahan rumah tangganya. Hatinya sakit kalau diingat-ingat terus, katanya. Tapi satu hal yang pasti, Donwori memang hobi main tangan. Bahkan jauh di awal-awal pernikahan.

"Sebenarnya hubungan kita wes gak baik sejak lama. Lima tahun ini kita bertengkar tiap hari. Ada saja masalah. Kalau barang pecah itu kasarannya sudah gak bisa dibenetin lagi," terangnya di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.

Namun, sebelum-sebelumnya Karin memilih diam.  Dia tak punya nyali untuk cerai. Pikirnya, mau menggantungkan hidup ke siapa kalau tak punya suami. Akhirnya selama ini yang dia lakukan hanya diam. Sabar dan sabar jadi sasaran suami.

Suatu malam, Karin dan Donwori sedang ribut besar. Pemicunya sepele sebenarnya. Donwori minta kopi, dibuatkanlah oleh Karin. Namun bukannya diminum, kopi itu dilemparkan ke wajah Karin. "Waktu itu kebetulan gula habis. Nah Donwori kalau dimintai uang belanja susahnya kayak dikejar rentenir saja. Selalu mengelak," lanjutnya.

Rupanya Donwori tak terima. Dan imbasnya menyiram Karin itu. Karena kopinya dalam keadaan panas, reflek Karin teriak kesakitan. Nah, melihat ibunya mengaduh, anak semata wayang Karin nangis, kencang pula.

Belum sempat Karin menenangkan anaknya, Donwori sudah menghampiri duluan. Tapi bukannya berusaha bagaimana caranya agar si anak berhenti menangis, Donwori malah membentak. Dengan nada tinggi dan kata kotor dia memaksa si anak untuk diam.

Saat itu Karin tahu, Donwori itu malu kalau kedengaran tetangga. Meski Karin yakin, rumah tangganya sudah lama jadi bahan omongan.

Karena tak kunjung diam, saat itu Donwori mengambil gagang sapu. Dan langsung ia daratkan ke paha si anak. Sontak dia makin menangis. Karin yang panik menyaksikan kejadian itu langsung berlari untuk menjadi tameng anaknya. Dia peluk si anak. Walhasil, punggungnya pun jadi korban.

Tahu ibu dan anak ini saling membela, Donwori makin mengamuk. Dia kemudian menuju ke dapur. Tak lama kemudian dia sudah membawa pisau. Karin yang saat itu seakan berada dalam hidup dan mati langsung buru-buru menggendong anaknya keluar dari rumah.

Dia tak membawa baju apalagi uang. Handphone pun dia tinggal. Dit tengah kepanikan itu Karin sempat berjalan kaki beberapa kilometer. Malam itu, dia kemudian memutuskan tinggal di rumah kerabat, meski sebenrnya menahan malu.

Esoknya, Karin sudah tenang. Kok cepet? Ingat, KDRT adalah makanan sehari-harinya. Dengan dipesankan ojolboleh sepupu, Karin menuju ke rumah. Sesampainya di depan pintu dia mengetok pintu. Sekali dua kali tetap tidak ada sahutan. Padahal dia tahu waktu itu Donwori sedang libur kerja.

Karena tak ada jawaban, Karin makin kerap mengetok. Hingga suara Donwori menyaut dari dalam rumah. "Kon lapo mbalek. Kono nggelandango nok dalan, gak usah mulih."

Karin belum menyerah. Sembari menunggu pintu dibuka, dia klesetan di depan pintu. Setiap satu jam dia ketok pintu itu lagi. Tentu tak dibuka. Malah yang Karin dengar, Donwori beberapa kali menendang  pintu dari dalam.

Karin tetap tak menyerah sampai petang. Di ketokan terakhir itu, dengan kasar Donwori membuka pintu. Dan di tangannya ada sebilah pisau yang siap dihadangkan ke Karin. Karin yang takut akhirnya teriak. Warga berdatangan, mereka mencoba menyelamatkan Karin dengan membawanya menjauh dari Donwori. Ia dipulangkan.

Sejak kejadian itu, Karin sudah tak pernah tahu kabar suaminya. Ia langsung mengurus cerai. Atas desakan banyak orang. Bahkan sampai sidangnya ini hampir final, dia tak sekali pun menghubungi Donwori. "Eh menghubungi deh, sekali. Pas bilang mau ngurus cerai. Itu terakhir," pungkasnya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP