alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Politik Sidoarjo
icon featured
Politik Sidoarjo

Tingkat Stunting Porong Masih 22 Persen

12 Maret 2020, 13: 41: 21 WIB | editor : Agung Nugroho

JADI PERHATIAN: Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman, Sp.Pros membubuhkan tanda tangan komitmen cegah stunting di Kecamatan Porong kemarin (1

JADI PERHATIAN: Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman, Sp.Pros membubuhkan tanda tangan komitmen cegah stunting di Kecamatan Porong kemarin (11/3). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama pada periode seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan saat remaja adalah langkah untuk meminimalisir kasus stunting. Tahun ini Dinas Kesehatan menyemarakkan semangat menurunkan angka stunting melalui gebyar di kecamatan-kecamatan. 

Seperti kemarin (11/3) Gebyar Ayo Cegah Stunting digelar di kantor Kecamatan Porong. Plt Kepala Puskesmas Porong Djoko Setijono mengatakan, di Kecamatan Porong 22 persen anak dalam keadaan stunting. Porong masuk dalam lokus keempat untuk penurunan angka stunting di Sidoarjo. “Stunting permasalahan gizi kronis sejak dalam kandungan. Jadi kalau mau mencegah kan lintas sektor harus terlibat,” ujarnya. 

Seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Perumahan, Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR), serta Dinas Pangan dan Pertanian. Mulai dari penyediaan air bersih, jamban bersih sehingga ibu hamil tidak mudah tertular infeksi. 

Jika pada masa balita mengalami stunting maka akan menjadi remaja yang stunting yang akan mengalami gagal tumbuh. Sehingga berdampak pada ibu hamil dengan status gizi kurang dan lahir bayi dengan berat badan rendah bila tidak ditangani dengan maksimal. 

Kepala Dinkes Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman, Sp. Pros menyebut perbaikan gizi anak harus terus dilakukan. “Kita perbaiki gizinya. Kita beri vitamin. Karena usia pertumbuhan sampai 18 tahun,” jabarnya. 

Plt Camat Porong Imam Mukri Afandi menambahkan, mulai tahun 2021 di tiap kecamatan mendapat anggaran Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) sebesar Rp 400 juta. “Mohon ini digunakan oleh puskesmas untuk mendukung penurunan stunting,” terangnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP