alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Tim Basarnas dan BPBD Kesulitan Temukan Mayat Putri Dewi Antika

11 Maret 2020, 19: 00: 08 WIB | editor : Agung Nugroho

TAMBAH PERSONEL: Tim investigasi gabungan Basarnas Surabaya terus menyisir sungai tempat mayat siswi SMA dibuang.

TAMBAH PERSONEL: Tim investigasi gabungan Basarnas Surabaya terus menyisir sungai tempat mayat siswi SMA dibuang. (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Upaya pencarian mayat korban Putri Dewi Antika, 18, gadis Desa Wadungasih, Buduran masih belum menemukan titik terang. Pencarian hari kedua Basarnas Surabaya dan tim gabungan menyisir aliran Sungai Dam Singkil, Siwalanpanji lebih intensif, Rabu (11/3).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji masih memberi mandat kepada Basarnas Surabaya dan BPBD Kabupaten Sidoarjo. Hal itu dalam upaya untuk menemukan mayat siswi SMA yang dibunuh dan dibuang sejak 40 hari lalu. “Hingga sampai saat ini masih belum ada tanda baik,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (11/3).

Sementara itu, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus. Polresta Sidoarjo telah mengamankan MBTP (inisial tersangka) sejak, Senin (9/3) lalu. Hingga saat ini pihaknya belum secara gamblang terkait data tersangka. “Selain mengamankan tersangka barang bukti sepera motor Honda Scoopy nopol W 3792 PV juga diamankan,” bebernya.

Orang tua korban, Gunawan Sutikyo mengatakan, saat itu putrinya sedang melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di salah satu bank swasta, Gedangan. Sepulang itu, korban mendapatkan panggilan home service memasang kawat gigi di Desa Buduran, Kecamatan Buduran. “Setelah itu sudah kehilangan kontak dan tidak ada kabar,” paparnya.

Ketua tim Investigasi Basarnas Surabaya, Roby Rega Hermanto menambahkan, pencarian mayat korban di hari kedua diawali sejak pagi. Sekitar pukul 06.00 pihaknya telah menurunkan beberapa petugas untuk menemukan mayat koban. “Dilakukan sejak pagi karena menurut warga debit air menurun,” ungkapnya.

Pencarian hari kedua dilakukan penambahan personel dan dua perahu karet. Jarak penjelajahan ditambah sekitar 15 kilometer dari titik awal pencarian. Sementara itu, SOP masa pencarian korban akan dilakukan selama tujuh hari. “Apabila ditemukan bukti baru akan dilakukan pencarian lagi,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih serius mencari mayat korban. Belum ditemukan tanda baik meski pencarian juga dilakukan di sungai Dusun Prasung Tambak, Desa Prasung, Buduran hingga ke muara sungai. “Kami dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, beberapa relawan, serta pihak kepolisian,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia