alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Hamil Ditinggal Suami Selingkuh, Banting Tulang Cari Biaya Lahiran

11 Maret 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Terkutuklah laki-laki yang selingkuh saat istrinya sedang hamil. Seperti kelakuan Donwori, 27, ini.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Suka gagal paham dengan laki-laki yang tega selingkuh di saat istrinya sedang hamil muda. Logika seadanya penulis begini, istilahnya kan itu laki baru-baru aja "menggauli" istrinya. Itu melakukannya karena cinta atau nafsu? Kok udah ada gandengan lain gitu lho maksudnya! Huh gemas, pengen mithes. 

Sayangnya, kelakuan suami nggapleki begini lumayan tak terhingga. Salah satu korbannya adalah Karin, 23. Yang gara-gara suaminya selingkuh saat istri hamil, terpaksa Karin jadi single mom sedari dini. 

Karin diselingkuhi Donwori sejak kandungannya menginjak lima bulan. Kala itu, tiada badai dan belum ramai corona, tiba-tiba saja sikap Donwori nggapleki. Donwori yang awalnya adem ayem saja, mulai  berulah. Ia jadi suka memarahi Karin, pakai tangan lagi. 

Tak cukup itu, dia juga mulai tak pulang ke rumah. Bisa dua-tiga hari Donwori tak pulang. Padahal untuk makan, hanya Donwori yang Karin gantungkan. Di tengah malam yang lapar, Donwori menelepon. "Dia salahkan saya, katanya anak yang saya kandung ini bukan anaknya. Padahal saya ini bukan perempuan nakal. Kok malah mengarang cerita," cerita Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu.

Karin, kala itu, belum bisa terima dengan penalakan sepihak itu. Ia hubungi suaminya berkali-kali. Tidak ada jawaban, terakhir nomornya diblokir. Tak kehilangan ide, dengan bermodalkan jiwa FBI ala perempuan, dia stalkingi sosial media suaminya. Di situ dia tahu, Donwori tengah kepincut dengan perempuan lain. Jadi istilahnya, Donwori playing victim, yang salah dia tapi pura-pura jadi korban. "Kalau ingat kata-katanya di telepon itu, aku sakit hati. Saya dikatai lo***. Padahal dia yang lo***,” lanjut Karin. 

Ditinggal suami saat hamil muda sempat membuat Karin frustasi. Dia bahkan ada niatan untuk mengakhiri hidup. Betapa tidak, dia tak berpenghasilan. Mau pulang ke orang tua pun, Karin tak ada nyali. Takut nambah beban pikiran orang tua yang sama-sama susah. Karin pun putus asa. 

Di tengah keputusasaan itu, Karin jual emas murah mahar dari Donwori. Sekadar untuk bertahan hidup. Ia kemudian memaksakan diri untuk move-on. Bekerja seadanya. Segala pekerjaan pun dia lakoni. Mulai jadi pegawai laundry hingga goreng kerupuk untuk dititipkan ke warung. Kala itu pikirannya cuma satu, biar ada biaya buat lahiran.

Soalnya, dia juga bingung. Mau melahirkan sendiri di kamar mandi pun tidak mungkin. Apalagi minta Donwori. Yang sudah terbuai perempuan lain sampai lupa bakal anak. 

Karin bekerja keras sampai usia kandungannya delapan bulan setengah. Dia bersyukur, badannya yang bongsor menutupi kehamilannya. Sehingga orang tak iba-iba amat melihatnya kerja keras. "Majikan saya juga tidak tahu kalau saya hamil. Untung lah, malah gak ada sungkan," lanjutnya. 

Hingga tiba masa melahirkan, Karin juga melahirkan sendiri. Saat itu dia juga mengabari orang rumah. Baru setelah si bayi keluar, Karin katakan keadaan yang sebenarnya. Seperti yang dia bayangkan, dia ditangisi ibuknya. "Mereka ngenes melihat keadaan saya. Alhamdulillahnya anak saya kuat tanpa cacat apa pun, diajak mamanya kerja sejak di kandungan," ujarnya dengan suara serak. 

Baru setelah lahiran, setelah usia anaknya sebulanan, Karin mangkat ke PA. Ia bersyukur meski tak tega, biaya cerai ditanggung orang tua. Ia merasa kasihan, sudah menikah dulu minta orang tua, cerai juga. Hanya untuk suami tak bertanggung jawab seperti Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP