alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Politik Sidoarjo
icon featured
Politik Sidoarjo

Spanduk Dianggap Masih Efektif Dongkrak Popularitas

10 Maret 2020, 11: 41: 17 WIB | editor : Agung Nugroho

NAMPANG: Sejumlah spanduk tokoh yang terpasang di bundaran TPI Sidoarjo

NAMPANG: Sejumlah spanduk tokoh yang terpasang di bundaran TPI Sidoarjo (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Meski belum memasuki masa kampanye, spanduk bakal calon bupati Sidoarjo banyak bermunculan. Termasuk spanduk milik Bahrul Amig. Padahal posisinya masih sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo. 

Salah satu titik spanduk Bahrul Amig ada di Jalan Raya Jati, Sidoarjo. Dalam spanduk berwarna merah itu terdapat foto Bahrul Amig, bertuliskan “Relawan Mas Amig Untuk Semua Sidoarjo 2020”. Bahrul Amig sendiri juga membenarkan jika sepanduk tersebut dipasang oleh relawannya. “Ya benar, dipasang relawan,” katanya.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo juga belum bisa menyimpulkan apakah ada indikasi pelanggaran. Terkait status Bahrul Amig sebagai ASN dan keterkaitanya dalam Pilkada 2020. “Sepanjang tidak ada logo parpol dan logo Pemkab tidak ada masalah,” terang Mohammad Rasul, Koordinator Divis Pengawasan Bawaslu Sidoarjo.

Logo parpol mengindikasikan mencuri start berkampanye. Padahal rekom dari parpol juga belum ada yang turun untuk calon Bupati maupun Wakil Bupati. Sementara logo Pemkab memang tidak diperkenankan dalam alat peraga kampanye. “Logo Pemkab adalah fasilitas negara, tidak bisa dijadikan icon atau simbol dalam pencalonan,” terang Rasul.

Sepanduk sejumlah tokoh lain memang juga sudah nampak bermunculan di Sidoarjo. Misalnya saja Bambang Haryo Soekartono, Kelana Aprilianto, M.Taufiqulbar hingga Agung Sudiyono. Mereka secara tegas mencantumkan tulisan Calon Bupati Sidoarjo dalam sepanduk mereka. Namun secara status mereka bukanlah ASN. 

Bambang Haryo Soekartono adalah pengusaha sekaligus mantan anggota DPR-RI. Kelana Aprilianto berlatar belakang pengusaha. M.Taufiqulbar seorang pengusaha dan mantan anggota DPRD Sidoarjo. Sementara Agung Sudiyono juga berlatar belakang pengusaha.

Di lain kesempatan, pengamat politik, Achmad Jalaluddin mengungkapkan analisanya terkait efektivitas penggunaan sepanduk dalam mendulang suara. Sepanduk yang biasa dipasang di pinggir jalan atau tempat terbuka memang cukup efektif dalam mendongkrak popularitas. “Namun untuk elektabilitas masih kurang, ,” terang Direktur Indonesia Strategic Research and Consulting (ISRC) itu. (son/nis)

(sb/son/Nug/JPR)

 TOP