alexametrics
Senin, 25 May 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Selingkuhan Lima Berat di Ongkos, Sertifikat Rumah pun Diembat

10 Maret 2020, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Punya selingkuhan satu saja bisa tekor ya. Bagaimana kalau selingkuhannya lima? Macam Donwori, 48.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Atas desakan anak-anaknya, Karin, 45, akhirnya menggugat cerai Donwori. Alasannya banyak. Pertama, karena Donwori menelantarkan keluarga. Kedua, Donwori terlalu sibuk dengan lima selingkuhannya. Ketiga, uang dan kekayaan lain habis dibagi-bagi untuk lima selingkuhannya itu. 

Karin mengatakan, kebiasaan selingkuh Donwori ini memang sudah ketahuan lama. Di awal-awal menikah dulu, ketika usianya 20-an, Donwori dua kali ketahuan selingkuh. Namun menginjak kepala tiga, Donwori tobat sepanjang dasawarsa. Nah, entah mengapa di kepala empat ini, Donwori kumat lagi. 

Bahkan, Karin sempat shock mengetahui kalau selingkuhan Donwori ada lima. Sudah macam balonku saja itu. 

Kok Karin bisa tahu? Ya tahu, sudah santer di seluruh kampung. Semacam Donwori punya cem-ceman di setiap kampung. Bahkan, tanpa malu juga, si selingkuhan ini juga tak sungkan mendatangi kediaman Donwori, minta jatah.

Tidak usah ditanya lah bagaimana perasaan Karin. Tentu dia sakit hati. Di awal sih nangis-nangis. "Dulu sempat lah kecewa, namanya suami ya siapa yang tidak sayang," terang Karin di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal minggu lalu.

Namun lama kelamaan, rasa sayang Karin ini terkikis oleh tingkah Donwori beserta jajaran selingkuhannya. Karin perlahan acuh. Prinsipnya, asalkan tidak mengganggu pemasukannya dan anak, wes sak karep udele Donwori. 

Namun semakin hari, tingkah polah Donwori makin tak bisa ditoleransi. Donwori menjual satu ruko beserta toko sumber penghasilan keluarga. Di ke manakan? Kabarnya karena diporoti selingkuhan, dia punya banyak utang. Ruko itu dipakai untuk melunasi. 

Tak cukup satu, beberapa bulan setelahnya, Donwori jual lagi ruko yang lain. Perang di dalam keluarga tak terelakkan. Karin ngamuk-ngamuk. Namun bukannya minta maaf, Donwori balas mengamuk. Sejak kejadian itu, Donwori minggat, tak pernah pulang ke rumah. 

Kala itu, Karin masih diam. Maunya sih, biar Donwori yang mengurus cerai. Namun Donwori rupanya tak ada inisiatif. Bahkan, di tengah-tengah pisah rumah, saat Karin keluar pengajian dan kedua anaknya sedang sekolah, Donwori menyusup ke rumah. 

Apa keperluan Donwori? Dia mencari sertifikat rumah. Buat apalagi kalau tidak untuk dijual. Untung, Karin dan anak-anaknya sudah antisipasi. Ia sembunyikan sertifikat rumah itu dalam kondisi aman.

Sampai pusing pun, Donwori tak menemukan di mana sertifikat rumah itu. "Tapi, kamar berantakan, laci-laci dirusak. Tapi kasian deh, sudah tak amankan," terang Karin yang merasa menang. 

Sejak kejadian itu, dia dan anak-anaknya makin merasa lebih waspada. Dan setelah diyakinkan  anak-anaknya, Karin maju duluan ke PA. "Kata anak-anak saya, sudahlah, Ma. Mau bertahan sampai kapan, tinggalkan saja ayah itu, biar Mama lebih bahagia."

Dan inilah akhirnya. Di usia matang  ini, Karin mantab menyambut masa lajang kembali. Mau bekerja atau menikah lagi nantinya, ya suka-suka Karin. "Untungnya setelah menikah fokusku ke anak. Jadi mau sak polah tingkah Donwori, mau dia selingkuh dengan 200 perempuan pun, saya tak ambil pusing. Gak sampai stress atau depresi. Untungnya lho," pungkasnya, bahagia. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP