alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Nekat Gadaikan Perhiasan setelah Pisah Ranjang

04 Maret 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin, 28, sudah benar-benar gagal paham dengan muka temboknya Donwori, 32. Tanpa sungkan tanpa merasa bersalah, dia gadaikan perhiasan Karin. Diam-diam lagi.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin memang suka menyimpan emas-emasan. Ya kalung, gelang, cincin, dia punya cukup banyak koleksi. Biasanya perhiasan itu hasil tabungannya saat masih lajang. Sebagian pemberian pacarnya dulu, sebagian juga pemberian orang tuanya.

Yang membuat dia kesal, bak lupa ingatan, semua perhiasan tersebut diaku Donwori sebagai perhiasan mahar. Sungguh kehaluan yang luar biasa. ”Padahal, dulu mahar aku gak oleh milih, dipilihno areke sing paling murah. Aku makai saja sampai tidak mau, saking jelek,” ujarnya di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (2/3).

Karin awalnya juga tidak tahu kalau perhiasannya raib. Semua ia ketahui saat bersiap pisah rumah, pulang ke rumah orang tua. Saat ia membuka kotak perhiasannya, semuanya hilang, tidak satu pun tersisa. Namun karena saat itu sudah kadung kesal dengan Donwori, ia enggan memulai percakapan. Ia pergi meninggalkan rumah tanpa kata. Baru setelah jauh, dia chat si Donwori.

 “Cuma setelah itu tak WA, kok perhiasanku ilang semua. Kamu ke mana kan? Dia jawab singkat, digadaikan. Itu kan pemberianku,” ujar Karin kesal.

Kesal dengan jawaban Donwori, Karin pun muring-muring di chat. Mengatakan, selama tiga tahun bersama, ia bahkan tidak ingat kalau Donwori membelikan perhiasan. Jangankan  perhiasan, uang untuk pakaian saja jarang diberikan.

“Kayak gitu masih mengelak. Katanya, saya sering menyisihkan uang belanja tanpa sepengetahuannya untuk beli perhiasan. Ini sih makin halu. Saya kalau habis beli apa-apa lapor dia. Dia juga paham, kok bisanya ngarang cerita,” terangnya.

Karena Donwori ngengkel, Karin pun mengumpulkan bukti lain. Ia kirimkan foto-foto perhiasan besertas perincian tahun belinya. Kebetulan, Karin selalu berfoto ketika mendapatkan perhiasan baru. Mulai dari tahun dapat hingga beli, ia tunjukkan semuanya.

Dikirimi begitu, nampaknya Donwori tak berkutik. Dua hari chat Karin diabaikan. Karin demi mendapatkan keadilan, ia hubungi Donwori bolak-balik dengan telepon. Tak diangkat juga. Hingga akhirnya, lusanya, ia mendapatkan chat balasan dari Donwori.

Isinya bikin geli. Katanya, ia akan mengembalikan perhiasan Karin, asalkan Karin menarik surat gugatannya. Donwori rupanya emoh dicerai.  “Asline dia ya merasa kalau tidak pernah membelikan saya perhiasan. Tapi, halu duluan. Sekarang meminta saya menarik gugatan. Gak akan tak turuti, gak akan saya melanjutkan hubungan,” lanjutnya.

Diketahui sebelumnya, hubungan Karin dan Donwori sudah tidak harmonis sejak lima tahun terakhir. Alasannya, Donwori tipikal perempuan pelit ke istri. Punya penghasilan banyak, namun disimpan sendiri. Belakangan Karin mendengar rumor kalau suaminya punya selingkuhan. Saat itu juga, Karin mundur. Eh di saat mau cerai juga, kepelitan Donwori masih saja dipelihara.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP